REDAKSI8.COM, TANAH LAUT – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana di Gedung Serbaguna Kintap, Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kab. Tanah Laut, Prov. Kalimantan Selatan, Rabu Siang (14/10/2026).
Selain diikuti ratusan peserta, kegiatan itu juga mendatangkan beberapa narasumber, yaitu Hj. Mariana Anggota DPR RI Komis IX, Lisna Prihantini, S.Psi, M.Si selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimatan Selatan, Maria Ulfah, selaku Kepala Dinas P3AP2KB Kab. Tanah Laut.
Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Selanjutnya, kegiatan diisi oleh para pemateri atau narasumber tentang program Bangga Kencana. Diantaranya, disampaikan oleh Wakil ketua Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Mariana kembali menyapa warga Desa Kintap dalam ajang sosialisasi program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN).
Kunjungan kedua ini menjadi momentum bagi Mariana untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketahanan dan kualitas keluarga.
“Kemendukbangga/BKKBN merupakan salah satu mitra kerja utama Komisi IX DPR RI, bersanding dengan Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait lainnya. Kami ingin memastikan program-program yang dirancang pusat tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Kintap,” ujar Mariana.
Dalam kesempatan tersebut, Mariana membeberkan tiga program unggulan Kemendukbangga yang krusial untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), dan SIDAYA (Lansia Berdaya).
“Lewat program GATI, kita ingin mengubah stigma bahwa peran ayah hanya sebatas pencari nafkah. Ayah harus hadir secara aktif dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Sementara melalui TAMASYA, orang tua mendapatkan dukungan pengasuhan anak yang aman dan memadai. Tidak ketinggalan, program SIDAYA hadir untuk memastikan para lansia kita tetap sehat, mandiri, aktif, serta merasa dihargai di lingkungannya,” jelasnya.
Mariana menegaskan bahwa mewujudkan keluarga berkualitas tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat dan internal keluarga itu sendiri.
“Saya berharap sosialisasi ini menjadi awal dari perubahan positif di tiap rumah tangga warga Desa Kintap. Pembangunan manusia yang kuat dimulai dari keluarga yang harmonis,” pungkas Mariana.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Lisna Prihantini, S.Psi, M.Si, menyampaikan bahwa pilar Bangga Kencana berfokus pada ketahanan keluarga lewat Pembinaan Kelompok Kegiatan (BKB, BKR, BKL), pemetaan data kependudukan yang seimbang dengan daya dukung lingkungan, serta pengaturan jarak kelahiran guna mewujudkan keluarga berkualitas.
Enam Program Prioritas Utama Kemendukbangga Untuk menjawab tantangan pembangunan kependudukan modern, Kemendukbangga/BKKBN mengusung enam program inovasi prioritas yang disosialisasikan
TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) Penerapan program ini diperkuat melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Kalimantan Selatan.
GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Inisiatif untuk mengoptimalkan peran ayah dan calon ayah dalam pengasuhan anak usia dini serta pendampingan remaja usia 10–24 tahun.
SIDAYA (Gerakan Lanjut Usia Berdaya): Upaya pemberdayaan lansia agar tetap sehat, mandiri, dan berdaya melalui pemeriksaan kesehatan rutin, integrasi ke Sekolah Lansia, serta pendampingan Perawatan Jangka Panjang.
SAKINA (Super Apps Keluarga Indonesia): Ekosistem digital terintegrasi untuk menyatukan peran keluarga, generasi muda, pendidikan, dan industri dalam penguatan ketahanan keluarga serta pengembangan talenta produktif.
MBG Sasaran 3B: Dukungan pemenuhan Makan Bergizi Gratis bagi kelompok spesifik 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD.
“Sinergi multi-pihak (pentahelix) diharapkan terus terjalin kuat di Kalimantan Selatan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari fase usia dini hingga lansia.” Jelasnya.
Sementara itu, Maria Ulfah menambahkan Langkah kolaboratif ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan keluarga, mengendalikan pertumbuhan penduduk, serta menekan angka stunting guna mewujudkan masyarakat Tanah Laut yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Berdasarkan data DP3AP2KB per Oktober 2026, pelaksanaan program Bangga Kencana di Kabupaten Tanah Laut mencatatkan berbagai perkembangan penting di lapangan
Pelayanan KB Baru: Tercatat sebanyak 3.968 peserta KB baru yang tersebar di 11 kecamatan se-Kabupaten Tanah Laut.
Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Capaian target sasaran penanganan stunting di Kabupaten Tanah Laut telah merealisasikan 1.379 penerima manfaat (87,2%) dari total 1.582 target sasaran.
Sekolah Lansia & TAMASYA: Kabupaten Tanah Laut kini memiliki 17 kelompok Sekolah Lansia dengan total 376 siswa untuk mendukung lansia tangguh dan berdaya.
Sekolah Siaga Kependudukan (SSK): Sebanyak 187 SSK telah terbentuk di jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat, di mana 82 sekolah di antaranya telah terdaftar resmi dalam sistem SI-MONEVPENDUDUK.
Kampung KB: Di Kecamatan Kintap, dari 14 kelompok Kampung KB yang terbentuk, 35,71% (5 kelompok) telah berhasil mencapai predikat kualifikasi Berkelanjutan.
“Dengan gotong royong seluruh elemen masyarakat, Pemkab Tanah Laut optimistis dapat mencetak SDM berkualitas menuju Kabupaten Tanah Laut yang semakin maju.” Tambahnya.
Komisi IX DPR RI dan Pemkab Tanah Laut Memperkuat Sinergi Program Bangga Kencana








