REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Ketersediaan sejumlah komoditas pangan utama di Kota Banjarbaru dipastikan aman dan melampaui perkiraan kebutuhan bulanan menyusul surplus yang dicatatkan pada September 2026.

Kepastian tersebut mengemuka setelah Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kios Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) untuk memantau langsung stabilitas stok dan harga kebutuhan pokok.

Berdasarkan data DKP3 per September 2026, ketersediaan beras tercatat mencapai 1.829 ton atau mengalami surplus sebanyak 422,44 ton dari kebutuhan bulanan.

Kondisi serupa terjadi pada komoditas lainnya, di mana gula konsumsi mencatatkan surplus 201,61 ton, minyak goreng surplus 109,45 ton, serta telur ayam ras yang surplus 87,02 ton.

Di tengah terjaganya pasokan tersebut, Wali Kota Lisa menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memastikan keterjangkauan harga di tengah masyarakat.

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang memastikan stok tersedia, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kita ingin memastikan piring makan masyarakat tetap terjaga,” terang Walikota Lisa.

Selain menyoroti ketersediaan stok, sidak tersebut menguliti potensi pemasaran produk pertanian lokal, khususnya beras asal Kecamatan Cempaka yang turut dijajakan di Kios Pangan DKP3 sebanyak 100 kilogram seharga Rp23.000 per kilogram.

Keberadaan beras lokal tersebut dinilai sebagai instrumen penting untuk memotong rantai distribusi sekaligus memberikan ruang bagi petani daerah dalam memasarkan hasil panen mereka secara langsung.

“Saya ingin Kios Pangan DKP3 tidak hanya menjadi tempat penjualan bahan pokok, tetapi juga menjadi ruang bagi petani lokal untuk memasarkan hasil pertaniannya. Kita harus mendukung produk lokal agar petani memiliki akses pasar yang lebih baik dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” jelasnya.

Menindaklanjuti temuan lapangan tersebut, DKP3 Kota Banjarbaru langsung menyusun sejumlah langkah strategis.

Pemerintah daerah merencanakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Bersubsidi secara berkala, mengintensifkan pemantauan harga di pasaran, hingga merumuskan kesepakatan resmi dengan gabungan kelompok tani atau Gapoktan se-Kota Banjarbaru guna memasok hasil pertanian langsung ke Kios Pangan.

Melalui skema terpadu ini, Pemkot Banjarbaru optimis stabilitas harga pangan dapat terus dikendalikan sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lokal.