REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Upaya pelestarian dan riset ekosistem lahan basah di Kalimantan Selatan kini menarik perhatian dunia internasional.

Lembaga riset terkemuka asal Tiongkok, Nanjing Hydraulic Research Institute (NHRI), menyambangi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam audiensi yang digelar di Kantor Reputasi dan Keberlanjutan ULM, Banjarmasin.

Pertemuan tersebut digadang-gadang menjadi tonggak awal kemitraan strategis global dalam penanganan isu lingkungan, hidrologi, hingga restorasi kawasan pascatambang.

Daya tarik ekosistem lokal menjadi alasan utama di balik kunjungan lembaga penelitian asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

Perwakilan NHRI, Huang Yanfeng menjelaskan, kunjungan ke ULM bertujuan untuk mempelajari karakteristik kawasan pesisir, mangrove dan ekosistem lahan basah di Kalimantan Selatan yang dinilai memiliki keunikan tersendiri.

Menurutnya, NHRI memiliki fokus penelitian pada bidang teknik sungai dan pesisir, hidrologi, lingkungan lahan basah, perlindungan pantai, serta rekayasa wilayah perairan sehingga terdapat potensi besar untuk menjalin kerja sama dengan ULM dalam bidang riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Menanggapi ketertarikan tersebut, ULM menegaskan kesiapan serta keunggulannya sebagai pusat riset lahan basah.

Pelaksana Tugas Wakil Rektor I ULM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Yulian Firmana Arifin, S.T., M.T., memperkenalkan ULM sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan perspektif lahan basah dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, fokus kajian ULM tidak hanya mencakup perlindungan kawasan lahan basah dan pesisir, tetapi juga pengembangan penelitian pada lahan basah buatan, termasuk kawasan pascatambang yang memiliki potensi untuk direstorasi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Melalui audiensi ini, ULM berharap dapat membangun kemitraan strategis dengan NHRI guna memperkuat riset internasional, inovasi serta pengembangan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Sinergi riset lintas negara ini disambut hangat oleh jajaran civitas akademika ULM. Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) ULM, Utami Irawati, S.Si., M.ES., Ph.D., menyampaikan, ULM menyambut baik kunjungan delegasi NHRI dan berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan.

Sebagai perguruan tinggi yang dikenal dengan kekuatan akademiknya pada kajian lahan basah, ULM membuka peluang pengembangan penelitian bersama, pertukaran akademik, serta berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Ia juga memperkenalkan berbagai unit dan fakultas yang memiliki keterkaitan dengan isu lingkungan, perairan, pesisir, dan lahan basah.

Pertemuan penting tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan dan akademisi dari UPA Lingkungan Lahan Basah ULM, Dr. Eng. Maya Amalia, S.T., M.Eng., serta perwakilan lintas fakultas seperti Fakultas Teknik, FMIPA, Fakultas Perikanan dan Kelautan, hingga LPPM ULM.

Sementara itu, delegasi NHRI dipimpin langsung oleh Director of River and Coastal Engineering Department, Wang Yanhong, didampingi Chen Yuhang dan Huang Zhe. Kerja sama ini diharapkan makin mengukuhkan posisi ULM di panggung akademik internasional dalam pengembangan sains berbasis keberlanjutan lingkungan.