REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Upaya menekan angka stunting dan mencegah pernikahan dini menjadi sorotan dalam Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Rabu pagi. (14/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI tersebut diikuti ratusan peserta.
Hadir sebagai narasumber Anggota Komisi IX DPR RI Hj. Mariana, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Lisna Prihantini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tanah Bumbu Erli Yuli Susanti, serta Plt. Camat Satui Hendera Jaya.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai program Bangga Kencana dan berbagai upaya penguatan pembangunan keluarga.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI Hj. Mariana menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting sekaligus menekan maraknya pernikahan dini, khususnya di Kalimantan Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu.
Menurut Mariana, berbagai program intervensi yang diluncurkan BKKBN harus memberikan dampak langsung dan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tingkat akar rumput.

“Kita ingin angka stunting di Kalimantan Selatan, termasuk di Tanah Bumbu, terus membaik dan turun secara signifikan lewat penanganan yang tepat sasaran. Dalam hal ini, Posyandu menjadi garda terdepan untuk melakukan pendekatan langsung, memantau, dan mendampingi ibu hamil, bayi, serta balita yang membutuhkan intervensi gizi,” tegas Mariana.
Ia menekankan bahwa upaya pencegahan stunting membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama melalui pemantauan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita. Posyandu dinilai memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Selain persoalan gizi dan kesehatan anak, Mariana juga menyoroti fenomena pernikahan usia anak yang dinilai berpengaruh terhadap kualitas keluarga pada masa mendatang.
“Pernikahan dini harus menjadi perhatian serius kita bersama. Saya mengajak para orang tua untuk memantau pergaulan anak, menjalin komunikasi yang hangat di rumah, dan mengarahkan mereka untuk fokus menuntaskan pendidikan terlebih dahulu agar makin matang dalam membangun rumah tangga,” tambahnya.
Mariana meyakini, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader lapangan, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Lisna Prihantini menjelaskan bahwa program Bangga Kencana berfokus pada penguatan ketahanan keluarga melalui Pembinaan Kelompok Kegiatan, yang meliputi Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL).
Selain itu, program tersebut mencakup pemetaan data kependudukan yang disesuaikan dengan daya dukung lingkungan serta pengaturan jarak kelahiran untuk mendukung terwujudnya keluarga berkualitas.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Kemendukbangga/BKKBN turut memperkenalkan enam program inovasi prioritas untuk menjawab tantangan pembangunan keluarga dan kependudukan modern.
Enam program prioritas tersebut meliputi:
1. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)
Program yang berfokus pada penguatan layanan pengasuhan anak ini penerapannya diperkuat melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Kalimantan Selatan.
2. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)
Program ini mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung upaya pencegahan stunting dan membantu keluarga yang membutuhkan pendampingan.
3. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)
Inisiatif ini bertujuan mengoptimalkan peran ayah dan calon ayah dalam pengasuhan anak usia dini serta pendampingan remaja berusia 10–24 tahun.
4. SIDAYA (Gerakan Lanjut Usia Berdaya)
Program pemberdayaan lansia untuk mendukung kehidupan yang sehat, mandiri, dan berdaya melalui pemeriksaan kesehatan rutin, integrasi ke Sekolah Lansia, serta pendampingan Perawatan Jangka Panjang.
5. SAKINA (Super Apps Keluarga Indonesia)
Ekosistem digital terintegrasi yang dirancang untuk menyatukan peran keluarga, generasi muda, pendidikan, dan industri dalam memperkuat ketahanan keluarga serta mengembangkan talenta produktif.
6. MBG Sasaran 3B
Program dukungan pemenuhan Makan Bergizi Gratis bagi kelompok sasaran dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Lisna menegaskan, keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Sinergi multi-pihak (pentahelix) diharapkan terus terjalin kuat di Kalimantan Selatan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari fase usia dini hingga lansia.” Jelasnya.
Di sisi lain, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tanah Bumbu Erli Yuli Susanti menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat pelaksanaan program Bangga Kencana melalui pembinaan kelompok kegiatan berbasis masyarakat, peningkatan kepesertaan Keluarga Berencana (KB), serta intervensi penurunan angka stunting secara terpadu.
“Kabupaten Tanah Bumbu terus mengoptimalkan penguatan ketahanan keluarga dari hulu hingga hilir melalui Pembinaan Kelompok Kegiatan (Poktan), peningkatan kepersertaan Keluarga Berencana (KB), hingga intervensi penurunan angka stunting secara terpadu.” Tambahnya.
Menurut Erli, pembinaan kelompok kegiatan atau Poktan berbasis masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu mencatatkan tingkat pelaporan dan partisipasi anggota yang sangat tinggi.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pembangunan keluarga, mulai dari pengasuhan anak hingga pendampingan keluarga.
Di bidang pelayanan Keluarga Berencana, Kabupaten Tanah Bumbu berhasil meraih peringkat pertama tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada kategori capaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (PB MKJP) dalam pelayanan KB Serentak Awal Tahun.
Tanah Bumbu juga meraih peringkat pertama tingkat provinsi untuk kategori Total PB, PB MKJP, dan PB KBPP pada momentum Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day.
Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kependudukan dan keluarga berencana, sekaligus memperluas jangkauan program kepada masyarakat.
“Pemkab Tanah Bumbu berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja pelayanan kependudukan dan keluarga berencana guna mencetak SDM unggul serta mewujudkan keluarga yang berkualitas di Tanah Bumbu.” Jelasnya.
Melalui sosialisasi Bangga Kencana di Kecamatan Satui, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, pencegahan stunting, pendewasaan usia perkawinan, serta penguatan peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.









