REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula merencanakan penambahan dua unit pompa pada intake darurat untuk memperkuat pasokan air baku.

Langkah itu ditargetkan untuk meningkatkan kapasitas dari 150 liter per detik menjadi sekitar 450 liter per detik, sekaligus mengantisipasi dampak jika terjadi kebocoran kembali pada pipa transmisi air baku.

Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas mengatakan, penambahan kapasitas intake darurat menjadi langkah jangka pendek untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan sistem transmisi.

“Melalui penambahan kapasitas ini, diharapkan pasokan air baku tetap dapat terjaga dan dampak gangguan terhadap pelayanan dapat diminimalisir apabila terjadi kondisi darurat serupa di kemudian hari,” ujarnya, Selasa (20/10/26).

Selain menambah kapasitas pompa, BPAM Banjarbakula akan mengusulkan Surat Izin Pengusahaan Air (SIPA) berkapasitas 500 liter per detik kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA).

“Pengusulan SIPA tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mendukung pemanfaatan sumber air melalui intake darurat sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Wahyu menjelaskan, rencana penambahan pompa dan pengajuan izin tersebut akan dikoordinasikan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III serta instansi terkait untuk memperoleh persetujuan dan dukungan teknis.

“Koordinasi diperlukan untuk memperoleh persetujuan dan dukungan teknis sebelum rencana tersebut direalisasikan,” katanya.

BPAM Banjarbakula berharap, langkah ini dapat memperkuat alternatif pasokan air baku ketika terjadi kondisi darurat, sekaligus menjaga keberlanjutan distribusi kepada sistem pelayanan Banjarbakula.

“Peningkatan kapasitas intake diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan layanan sekaligus mendukung keberlanjutan distribusi air baku kepada sistem pelayanan Banjarbakula,” pungkasnya.