REDAKSI8.COM, BANJARBARU – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan total anggaran sekitar Rp270 juta pada periode kali ini, Rabu (14/10/26).

Bantuan menyasar sejumlah sektor, mulai dari lingkungan, kemanusiaan, pendidikan, hingga sarana ibadah, termasuk dukungan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stefhanus Milyas Wardhana menjelaskan, program TJSL dilaksanakan melalui lima pilar yang telah ditetapkan InJourney Airports, yakni InJourney Airports Alam Lestari, Rumah Layak Huni, Tanggap Bencana, Cerdaskan Bangsa, serta Peduli Fasilitas Umum dan Rumah Ibadah.

“Program TJSL kali ini menyasar lingkungan, kemanusiaan, pendidikan, juga sarana ibadah. Ada lima pilar yang menjadi acuan agar bantuan lebih tepat sasaran sesuai program dari InJourney Airports,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sepanjang 2026 perusahaan telah menyalurkan bantuan tanggung jawab sosial dengan nilai sekitar Rp750 juta. Dalam upaya mendukung penanganan karhutla, Angkasa Pura Indonesia juga menyalurkan bantuan kepada Banjarbaru Rescue.

Bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan peralatan yang menunjang kegiatan pemadaman di lapangan.

“Kami memberikan bantuan kepada Banjarbaru Rescue karena memang ada kebutuhan mereka untuk bisa berkontribusi dalam melakukan pemadaman. Kami diskusi juga bagaimana dana yang dari kita itu bisa disalurkan untuk pembelian peralatan untuk menunjang kegiatan mereka,” ujarnya.

Selain mendukung relawan pemadam, perusahaan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan menyalurkan sekitar 5.000 bibit pohon.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan setelah kebakaran lahan yang merusak vegetasi di sejumlah wilayah.

Menurut Milyas, penanaman kembali pohon diharapkan membantu memulihkan kondisi lingkungan sekaligus mengurangi dampak kerusakan yang ditimbulkan karhutla.

Di luar bantuan melalui program TJSL, Angkasa Pura Indonesia juga telah menyediakan akses sumber air bagi relawan dan petugas yang melakukan pemadaman di sekitar kawasan bandara.

Dimana perusahaan membuka akses ke dua kolam penampungan air di sisi barat bandara sejak awal September 2026.

Fasilitas tersebut dimanfaatkan tim relawan dan posko karhutla untuk memenuhi kebutuhan air selama operasi pemadaman.

“Kalau catatan kami sekarang sudah lebih dari 2 juta liter yang kami berikan untuk kegiatan pemadaman di sekitar kawasan bandara,” sebutnya.

Angkasa Pura Indonesia turut berupaya memastikan program TJSL memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Sementara itu, Ketua Barres 698, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Angkasa Pura Indonesia.

Menurutnya, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional relawan, termasuk peremajaan alat pelindung diri (APD) yang sebagian sudah tidak layak pakai.

“Alhamdulillah, kami dari Banjarbaru Rescue (Barres 698), Relawan Banjabaru sangat terima kasih atas perhatian daripada PT Angkasa Pura yang memberikan bantuan kepada relawan dalam penanggulangan karhutla yang sedang berjalan,” ungkapnya.

Rudy menjelaskan, relawan Barres 698 saat ini menjalankan dua fokus kegiatan, yakni penanganan karhutla dan distribusi air bersih.

Sebab permintaan suplai air bersih di Banjarbaru meningkat, sementara kendaraan tangki juga dibutuhkan untuk mendukung pemadaman kebakaran.

“Relawan bertugas setiap hari untuk menangani kebakaran di wilayah Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan, serta membantu kegiatan lain sesuai kebutuhan,” terangnya.

“Dalam pelaksanaan tugas, ada beberapa relawan mengalami kendala kesehatan di lapangan, termasuk pingsan dan luka bakar, sehingga dukungan perlengkapan keselamatan menjadi kebutuhan penting,” tutasnya.