REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Posko sekaligus penginapan gratis bagi jemaah Pengajian Rutin Malam 5 Rajab mulai beroperasi di Kota Banjarbaru.
Salah satunya berlokasi di SMPN 2 Banjarbaru di Jalan Panglima Batur, yang resmi dibuka sejak Jumat (26/12/25) siang.

Sekolah yang berada di jalur utama kota ini kembali menjadi tempat singgah jemaah Sekumpul, khususnya mereka yang datang dari luar Kalimantan Selatan (Kalsel) setelah menempuh perjalanan jauh.
Posko di SMPN 2 Banjarbaru itu rutin dibuka setiap tahun dengan fasilitas yang lengkap, mulai dari penginapan hingga konsumsi gratis bagi jemaah.
Salah satu guru sekaligus panitia posko, Ermina Sari mengatakan, seluruh tenaga pendidik terlibat langsung dalam pelayanan jemaah sekumpul.
“Kami sudah beberapa tahun melaksanakan, jadi setiap tahun kami langganan sudah terbiasa membuka posko sekaligus ada penginapan gratis,” ujarnya.
Untuk penginapan, panitia menyiapkan empat ruang kelas yang difungsikan sebagai tempat istirahat jemaah, diantaranya 3 kelas di lantai atas dan 1 lantai bawah.
Satu ruang kelas dapat menampung hingga 20 orang, sehingga total kapasitas penginapan bisa mencapai 80 orang jemaah.
“Untuk sementara kami targetkan dulu maksimalnya 80 orang. Soalnya kasian juga kemarin sempat 25 orang satu kelas cuma kasian tidurnya ada yang kena kepala orang. Kalau bisa 20 orang aja dulu satu kelas,” katanya.
Ermina menambahkan, pengaturan ruangan dilakukan dengan pemisahan antara jemaah laki-laki, perempuan, serta disediakan ruang khusus untuk keluarga.
Sementara itu, guru sekaligus panitia lainnya, Mulyani juga menyampaikan, fasilitas yang tersedia di posko tersebut cukup lengkap untuk menunjang kenyamanan jemaah.
“Disediakan juga minuman kaya teh, kopi, mie-mie, kalau tengah malam ada yang mau makan, dan nasi juga kami siapkan, serta obat-obatan juga di siapkan,” sebutnya.
Selain penginapan, jemaah juga mendapat layanan makan dan minum gratis sebanyak tiga kali sehari, hingga fasilitas penunjang seperti toilet dan mushola.
Demikian seluruh kebutuhan jemaah itu merupakan hasil gotong royong guru dan partisipasi orang tua murid yang secara sukarela mendukung kegiatan tahunan tersebut.
“Makan pagi, siang dan malam, kita siapkan 3 kali sehari. Jadi sudah kami atur makannya terjamin,” tutupnya.



