REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Perayaan Natal 2025 di Gereja Katolik Paroki Bunda Maria Banjarbaru berlangsung khidmat dan lancar, baik pada misa malam maupun misa pagi, dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian dalam rangka Operasi Lilin.
Perayaan Natal 2025 tersebut dimulai pukul 08.00 Wita pagi, dengan pelaksaan Ibadat Misa Kudus, yakni ibadat utama Gereja Katolik yang merayakan Ekaristi.

Ketua Panitia Natal 2025 di Gereja Katolik Paroki Bunda Maria, Sisilia mengatakan, rangkaian kegiatan Natal tahun ini difokuskan pada ibadat bersama, khususnya yang melibatkan anak-anak.
“Kalau untuk Natal kali ini, hari ini hanya ibadat bisa berduduk. Kemudian selesai misa, dilanjutkan dengan pembagian snack untuk anak-anak, karena Natal ini memang bersama anak-anak,” ujarnya usai melaksanakan ibadah Natal, Rabu (25/12/25).
Ia menjelaskan, setelah pembagian snack, rangkaian acara langsung selesai tanpa kegiatan tambahan lainnya. Misa Natal juga telah dilaksanakan sejak malam sebelumnya.
“Tadi malam juga sudah ada misa, dimulai jam 7 malam. Setelah selesai misa, acaranya juga langsung selesai,” katanya.
Menurutnya, suasana ibadat berlangsung sangat khidmat dengan dukungan kondisi cuaca yang baik.
“Sejauh ini ibadah Natal berlangsung sangat hikmat, luar biasa, dan puji Tuhan kami bersyukur cuaca sangat mendukung,” ungkapnya.
“Sebelumnya sempat hujan, tapi mulai tadi malam sampai pagi ini cuaca cerah, jadi tidak ada kendala, semuanya aman dan lancar,” tambahnya.
Untuk jumlah umat, Sisilia memperkirakan sekitar 1.500 orang menghadiri misa Natal, baik yang berada di dalam maupun di luar gereja.
“Kalau umat, karena gereja sempit, sekitar 1.500 orang, termasuk yang di luar. Jadi untuk malam dan pagi ini kurang lebih segitu,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Banjarbaru, H Muslih Amberi berharap tali persaudaraan antara kristiani baik itu Katolik hingga Protestan dengan umat beragama lainnya di Banjarbaru dapat saling menghormati menyongsong Banjarbaru Emas.
“Bagaimana kita bisa memperlakukan setiap unsur umat beragama yang ada di Banjarbaru, walaupun itu kelompok minoritas sekalipun harus mendapatkan perlakuan yang adil dari kelompok-kelompok yang mengatakan dirinya mayoritas, terutama dari muslim yang memang mayoritas di Banjarbaru,” jelasnya.
Ia juga berharap, seluruhnya memberikan ruang yang adil seperti halnya anggota FKUB yang seluruhnya akur.
“Personil lainnya datang memonitor dan mengamankan kegiatan Natal agar benar-benar bisa damai untuk Kota Banjarbaru,” tutupnya.



