REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Upaya mendekatkan organisasi kepada masyarakat sekaligus mendorong stabilitas harga kebutuhan pokok ditunjukkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan. Melalui kegiatan pasar murah perdana, DPW Tani Merdeka Indonesia Kalsel membuka ruang bagi puluhan pelaku UMKM dan distributor untuk berjualan kepada warga dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan ini digelar di lingkungan kantor sekretariat DPW Tani Merdeka Indonesia Kalsel, berlokasi di Ruko Nomor 30 Jalan Trikora, RT 40 RW 07, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.
Pasar murah tersebut diikuti sedikitnya 60 UMKM dan distributor, bekerja sama dengan Asosiasi Pasar Murah (APM) Banjarbaru serta pihak Bulog. Ragam komoditas dijual, mulai dari bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, hingga produk olahan rumah tangga dan makanan siap saji. Kehadiran berbagai pelaku usaha lokal ini turut menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama dalam momen meningkatnya kebutuhan sehari-hari.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, mengatakan bahwa pasar murah ini merupakan langkah awal organisasi untuk lebih dikenal masyarakat luas, khususnya warga yang tinggal di sekitar sekretariat.
“Pasar murah ini baru yang pertama kali setelah DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan terbentuk. Ini salah satu cara kami memperkenalkan diri kepada warga di lingkungan sekretariat, sekaligus memberikan manfaat langsung melalui harga-harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Alin menegaskan, pasar murah ini tidak hanya dirancang sebagai kegiatan seremonial, namun menjadi agenda yang berkelanjutan. Ia menaruh harapan agar kegiatan serupa dapat digelar lebih sering demi memperluas dampaknya.
“Kita berharap kegiatan ini bisa berlanjut, tidak hanya satu tahun satu kali. Kalau memungkinkan, satu tahun dua bahkan tiga kali. Semakin sering, semakin banyak warga yang terbantu,” ujarnya.

Selain itu, Alin juga berharap pasar murah mendatang tidak hanya menyajikan komoditas kebutuhan sehari-hari, tetapi turut menghadirkan produk-produk pertanian lokal khas Kalimantan Selatan. Menurutnya, ini sekaligus menjadi ruang promosi bagi petani daerah untuk memperkenalkan hasil pertaniannya secara langsung kepada masyarakat.
“Ke depan, kita ingin pasar murah ini juga menjual hasil pertanian dari petani kita sendiri. Dengan begitu, roda ekonomi petani bisa bergerak lebih cepat dan lebih dekat kepada konsumen,” tambahnya.
Lebih jauh, Alin mendorong agar kegiatan serupa dapat direplikasi oleh seluruh DPD Tani Merdeka Indonesia yang ada di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Dengan begitu, manfaat pasar murah bisa dirasakan lebih luas dan semakin banyak komunitas yang terlibat dalam penguatan ekonomi kerakyatan.

Kegiatan pasar murah ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran. Antusiasme warga terlihat dari ramainya kunjungan sejak pagi, menandakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kegiatan distribusi pangan murah seperti ini.
Dengan terselenggaranya pasar murah perdana ini, DPW Tani Merdeka Indonesia Kalsel tidak hanya memperkenalkan keberadaannya, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam mendukung kemandirian pangan, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan dan perkotaan di Kalimantan Selatan.
Kegiatan pasar murah tersebut juga melakukan penggalangan dana untuk warga Sumatera dan Aceh yang tertipa musibah banjir yang banyak merenggut korban jiwa.



