REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar audiensi dengan Pharos Marine dalam rangka membahas peluang kolaborasi pengembangan teknologi ramah lingkungan untuk transportasi sungai di Kalimantan Selatan.
Pertemuan berlangsung di Fakultas Pertanian ULM dan menjadi langkah awal penjajakan kerja sama internasional di bidang inovasi lingkungan.
Audiensi melibatkan pimpinan Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta perwakilan UPA Lab Bahasa, UPA LLB, PPLH, Kantor Urusan Internasional (KUI), dan Tim MBKT.
Keterlibatan berbagai unit tersebut menunjukkan komitmen ULM untuk membangun kemitraan multidisipliner yang selaras dengan kebutuhan daerah.
Perwakilan Pharos Marine, Joe, menjelaskan bahwa kunjungan mereka merupakan bagian dari penilaian lokasi untuk melihat potensi penerapan teknologi yang sebelumnya diuji di Vietnam.
“Kami ingin memastikan kondisi perairan di Banjarmasin memiliki kesesuaian dengan lokasi program kami sebelumnya, mengingat kota ini dikenal sebagai kota seribu sungai,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pharos Marine memaparkan sejumlah teknologi ramah lingkungan yang dikembangkan untuk mendukung transportasi air, termasuk perangkat yang memungkinkan perahu tradisional seperti jukung dan kelotok beroperasi lebih efisien dan rendah emisi.
Teknologi ini dipandang sejalan dengan kebutuhan transportasi masyarakat sungai di Kalimantan Selatan.
Dekan Fakultas Teknik ULM, Prof. Dr. Ir. Iphan Fitrian Radam, menyambut baik inisiatif tersebut namun menekankan pentingnya adaptasi teknologi terhadap karakteristik sungai di Kalimantan.
“Ada potensi besar dari aspek carbon income generation, tetapi kemampuan teknologi ini untuk bekerja optimal di sungai-sungai dangkal akan menjadi faktor penentu keberhasilannya,” ungkapnya.
Para akademisi dari berbagai bidang turut memberikan masukan terkait kondisi ekologis, karakteristik perairan, hingga kebutuhan transportasi lokal.
Diskusi mengerucut pada pentingnya memahami konteks geografis Banjarmasin yang memiliki keragaman morfologi sungai.
Audiensi ini memperkuat posisi ULM sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kerja sama global, khususnya dalam mendorong inovasi berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan daerah.
ULM berharap penjajakan ini dapat berlanjut menjadi proyek kolaboratif yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan, meningkatkan efisiensi transportasi sungai, dan memberikan manfaat lingkungan bagi masyarakat Kalimantan Selatan.



