REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong pengembangan sektor perikanan dan pertanian nonkonsumsi melalui kegiatan kreatif dan kompetitif. Salah satunya diwujudkan melalui Lomba Ikan Hias dan Tanaman Hias yang digelar berkat kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar bersama Dinas Pertanian Kabupaten Banjar.
Ketua Pelaksana kegiatan, Hamdani, mengungkapkan bahwa pelaksanaan lomba ini memiliki makna strategis karena dilaksanakan dalam momentum nasional, yakni memperingati Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) yang jatuh pada 21 November 2025, sekaligus menyambut Hari Nusantara pada 13 Desember 2025.
“Lomba ikan hias dan tanaman hias yang kita laksanakan hari ini tidak hanya bersifat kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk kampanye dan promosi potensi perikanan serta pertanian hias di Kabupaten Banjar,” ujar Hamdani saat menyampaikan laporan kegiatan.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Banjar beserta seluruh jajaran yang telah berkenan hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pambakal Desa Indrasari beserta jajaran yang telah memfasilitasi dan menyiapkan lokasi kegiatan.
Kegiatan lomba ini merupakan hasil sinergi dua perangkat daerah strategis, yakni DKPP dan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar. Untuk lomba ikan hias, peserta berasal dari komunitas, penggiat, pebisnis ikan hias, serta masyarakat umum. Sementara lomba tanaman hias, yang difokuskan pada tanaman anggrek, diikuti oleh perwakilan dari 20 kecamatan se-Kabupaten Banjar serta beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Seluruh peserta akan berkompetisi secara sehat, sportif, dan positif. Dari kegiatan ini diharapkan muncul kreativitas, inovasi, dan semangat pengembangan usaha berbasis ikan hias dan tanaman hias,” lanjutnya.
Hamdani menegaskan bahwa ikan hias dan tanaman hias merupakan produk nonkonsumsi yang memiliki prospek ekonomi sangat menjanjikan. Perkembangan bisnis di sektor ini dinilai terus meningkat, baik dari sisi pasar lokal maupun peluang pemasaran ke daerah lain.
“Kami berharap lomba ini bisa menjadi ajang promosi sekaligus sarana berbagi informasi bagi para pecinta, komunitas, serta pedagang atau pebisnis yang berkecimpung di dunia perikanan, khususnya ikan hias cupang, serta tanaman hias, terutama anggrek,” tuturnya.
Tidak hanya lomba, dalam momentum kegiatan tersebut panitia juga menghadirkan berbagai produk olahan hasil perikanan serta produk UMKM pertanian lainnya. Pengunjung dan tamu undangan diajak untuk meninjau, membeli, dan mendukung produk lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Pada ajang lomba ikan hias cupang, panitia menyiapkan sejumlah kategori beserta trophy pemenang yang terbagi dalam beberapa kelas. Untuk kategori Regular, sebanyak 21 trophy disediakan dengan rincian kelas: Serit Crown Tail Bebas Terang, Serit Crown Tail Bebas Gelap, Half Moon Bebas Terang, Half Moon Bebas Gelap, Plakat Bebas Terang, Plakat Bebas Gelap, serta Fancy atau Marbel. Masing-masing kelas akan memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.
Kategori Baby disiapkan dengan total 9 trophy, meliputi kelas Serit Crown Tail, Half Moon, dan Plakat, yang masing-masing juga diperebutkan untuk juara pertama hingga ketiga. Selain itu, panitia juga menetapkan kategori bergengsi Grand Champion dengan tiga penghargaan, yakni Grand Champion Serit (Crown Tail), Grand Champion Half Moon, dan Grand Champion Plakat.
Sebagai bentuk apresiasi tertinggi, juga diberikan penghargaan Best of Show (BOS), Best of Baby (BOB), serta Juara Umum. Panitia secara khusus mengusulkan agar trophy untuk kategori Grand Champion, Best Of, dan Juara Umum dibuat lebih besar dan tinggi sebagai pembeda sekaligus simbol prestise tertinggi dalam lomba tersebut.
Menutup laporan kegiatan, Hamdani memohon kepada Bupati Banjar untuk berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Lomba Ikan Hias dan Tanaman Hias tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap sektor perikanan dan pertanian hias semakin berkembang, mampu menciptakan peluang usaha baru, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Ketua Pelaksana kegiatan, Hamdani, mengungkapkan bahwa pelaksanaan lomba ini memiliki makna strategis karena dilaksanakan dalam momentum nasional, yakni memperingati Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) yang jatuh pada 21 November 2025, sekaligus menyambut Hari Nusantara pada 13 Desember 2025.
“Lomba ikan hias dan tanaman hias yang kita laksanakan hari ini tidak hanya bersifat kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk kampanye dan promosi potensi perikanan serta pertanian hias di Kabupaten Banjar,” ujar Hamdani saat menyampaikan laporan kegiatan.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Banjar beserta seluruh jajaran yang telah berkenan hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pambakal Desa Indrasari beserta jajaran yang telah memfasilitasi dan menyiapkan lokasi kegiatan.
Kegiatan lomba ini merupakan hasil sinergi dua perangkat daerah strategis, yakni DKPP dan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar. Untuk lomba ikan hias, peserta berasal dari komunitas, penggiat, pebisnis ikan hias, serta masyarakat umum. Sementara lomba tanaman hias, yang difokuskan pada tanaman anggrek, diikuti oleh perwakilan dari 20 kecamatan se-Kabupaten Banjar serta beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Seluruh peserta akan berkompetisi secara sehat, sportif, dan positif. Dari kegiatan ini diharapkan muncul kreativitas, inovasi, dan semangat pengembangan usaha berbasis ikan hias dan tanaman hias,” lanjutnya.
Hamdani menegaskan bahwa ikan hias dan tanaman hias merupakan produk nonkonsumsi yang memiliki prospek ekonomi sangat menjanjikan. Perkembangan bisnis di sektor ini dinilai terus meningkat, baik dari sisi pasar lokal maupun peluang pemasaran ke daerah lain.
“Kami berharap lomba ini bisa menjadi ajang promosi sekaligus sarana berbagi informasi bagi para pecinta, komunitas, serta pedagang atau pebisnis yang berkecimpung di dunia perikanan, khususnya ikan hias cupang, serta tanaman hias, terutama anggrek,” tuturnya.
Tidak hanya lomba, dalam momentum kegiatan tersebut panitia juga menghadirkan berbagai produk olahan hasil perikanan serta produk UMKM pertanian lainnya. Pengunjung dan tamu undangan diajak untuk meninjau, membeli, dan mendukung produk lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Pada ajang lomba ikan hias cupang, panitia menyiapkan sejumlah kategori beserta trophy pemenang yang terbagi dalam beberapa kelas. Untuk kategori Regular, sebanyak 21 trophy disediakan dengan rincian kelas: Serit Crown Tail Bebas Terang, Serit Crown Tail Bebas Gelap, Half Moon Bebas Terang, Half Moon Bebas Gelap, Plakat Bebas Terang, Plakat Bebas Gelap, serta Fancy atau Marbel. Masing-masing kelas akan memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.
Kategori Baby disiapkan dengan total 9 trophy, meliputi kelas Serit Crown Tail, Half Moon, dan Plakat, yang masing-masing juga diperebutkan untuk juara pertama hingga ketiga. Selain itu, panitia juga menetapkan kategori bergengsi Grand Champion dengan tiga penghargaan, yakni Grand Champion Serit (Crown Tail), Grand Champion Half Moon, dan Grand Champion Plakat.
Sebagai bentuk apresiasi tertinggi, juga diberikan penghargaan Best of Show (BOS), Best of Baby (BOB), serta Juara Umum. Panitia secara khusus mengusulkan agar trophy untuk kategori Grand Champion, Best Of, dan Juara Umum dibuat lebih besar dan tinggi sebagai pembeda sekaligus simbol prestise tertinggi dalam lomba tersebut.
Menutup laporan kegiatan, Hamdani memohon kepada Bupati Banjar untuk berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Lomba Ikan Hias dan Tanaman Hias tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap sektor perikanan dan pertanian hias semakin berkembang, mampu menciptakan peluang usaha baru, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.



