REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman bencana dan perubahan iklim kini memasuki babak baru. Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (FPRB-API) Kabupaten Banjar menggelar rapat koordinasi antar pengurus dan anggota di Martapura, sebagai langkah awal penetapan kepengurusan untuk Tahun Anggaran 2025.
Forum ini menjadi mitra resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, yang nantinya akan beranggotakan unsur pemerintah, lembaga swasta, LSM, organisasi kemasyarakatan hingga individu peduli kebencanaan. Mereka akan saling bersinergi menyumbangkan tenaga, pikiran, serta aksi nyata guna meminimalkan risiko bencana yang kian meningkat akibat dampak perubahan iklim global.
Menariknya, FPRB-API Kabupaten Banjar menjadi satu-satunya forum pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim di Kalimantan Selatan yang telah terbentuk hingga saat ini. Tidak heran, kehadirannya mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari FPRB-API Provinsi Kalimantan Selatan.
“Forum ini hadir sebagai wadah kolaborasi bersama untuk merumuskan kebijakan dan aksi nyata menghadapi ancaman bencana. Semua pihak harus terlibat, karena bencana adalah urusan kita bersama,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjar, Abdullah Fahtar dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, sejumlah tokoh senior turut memberikan masukan strategis agar forum ini benar-benar mampu menjadi garda terdepan mitigasi bencana di Banua. Mereka antara lain mantan pejabat daerah, tokoh masyarakat, anggota Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (ORARI) Lokal Banjar, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 1902, serta mantan anggota DPRD Kabupaten Banjar, Warhamni.
Forum ini juga akan menggandeng unsur Forkopimda, TNI–Polri, jurnalis, relawan kebencanaan, serta komunitas-komunitas lokal yang bergerak di bidang lingkungan dan kemanusiaan. Semua terlibat dalam kerangka koordinasi bersama BPBD sesuai prinsip kemitraan yang diamanatkan Pemerintah Pusat.
Dengan terbentuknya FPRB-API Kabupaten Banjar, diharapkan daerah memiliki fondasi yang lebih kuat dalam mencegah, mengurangi risiko, dan merespon setiap potensi bencana, mulai dari banjir, kebakaran hutan dan lahan, hingga ancaman krisis ekologis lain akibat perubahan iklim.
“Banjar harus lebih siap, tidak hanya ketika bencana sudah terjadi, tetapi sejak dini dalam melakukan mitigasi dan adaptasi. Forum ini akan menjadi ruang gotong royong semua elemen untuk menyelamatkan lingkungan dan masyarakat,” tutupnya.
PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK
Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan data sebagai berikut:Nama Pemilik : HendriyantoNomor Polisi : BE 2151 AEVMerek :...



