REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sejak dimulainya proyek pengerjaan pada Tahun 2022 hingga tahun ketiga, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru sudah kehilangan 87 buah bollard trotoar yang dicuri maling.
Diketahui, maling tersebut sudah beraksi selama empat tahun pengerjaan penataan trotoar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Banjarbaru.

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni mengaku sangat menyayangkan hilangnya bollard trotoar, mengingat fungsi vital bollard sebagai pembatas fisik untuk melindungi pejalan kaki dari kemdaraan yang masuk atau parkir sembarangan di area pedestrian.
“Kita sangat menyayangkan sekali karena bollard yang di trotoar itu hilang, mungkin totalnya sekitar 91 bollard ya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, proyek penataan trotoar itu sebelumnya dilaksanakan dalam 4 tahap sejak Tahun 2022, kemudian dilanjutkan kembali pengerjaannya pada Tahun 2024 sampai 2025.
“Dari data yang terhimpun kawan-kawan PUPR, bollard yang hilang 87 itu saat pengerjaan tahap satu, dua dan tiga,” sebutnya.
Pada saat pengerjaan tahap keempat empat, ternyata bollard tersebut kembali hilang dicuri maling, sehingga total yang hilang saat ini ada 91 bollard.
Kendati demikian, tahap keempat pengerjaan di tahun ini masih masuk masa pemeliharaan sehingga kehilangan bollard menjadi tanggung jawab dari penyedia jasa.
Namun, kemudian katanya bagaimana caranya agar bollard yang tersisa dapat dipertahankan dan tidak memungkinkan dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab lagi.
“Apakah bisa diisi dengan beton atau hal-hal lain yang mungkin lebih memberi keamanan lebih, sehingga terhindar dari pencurian,” tuturnya.
Sirajoni juga menegaskan, bollard trotoar yang menjadi aset-aset negara tentunya harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat maupun stakeholder.
“Kalau memang ada kelihatan ada yang menghilangkan cepat ditegur atau dilaporkan kepada pihak berwenang,” tutupnya.



