REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan angkatan 2023 Nurhalisa Wibawa, sukses dinobatkan sebagai Duta Kesehatan Intelegensia Putri 2025 pada ajang Anugerah Duta Kesehatan Indonesia di Bali, 14–16 November 2025.
Kegiatan bergengsi itu digelar oleh Dinas Kesehatan Bali bekerja sama dengan DPD RI.
Ajang tingkat nasional tersebut mempertemukan peserta dari berbagai provinsi yang mempresentasikan program inovatif dan advokasi kesehatan.
Dengan persaingan ketat dan peserta yang datang dari beragam latar belakang profesi kesehatan, kemenangan Nurhalisa menjadi bukti kualitas mahasiswa ULM dalam berpikir kritis dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam kompetisi, Nurhalisa mengusung program berjudul “Tour to Tim Sekaba: Edukasi DBD untuk Anak-Anak.”
Program yang menawarkan model edukasi Demam Berdarah Dengue menggunakan metode interaktif seperti permainan, ilustrasi visual dan sesi tanya jawab.
Pendekatan tersebut dipilih supaya anak-anak lebih mudah memahami bahaya DBD sekaligus termotivasi menjaga kebersihan lingkungan dengan cara menyenangkan.
Selama dua bulan persiapan, Nurhalisa merancang konsep membuat media edukasi, melatih teknik presentasi, hingga melakukan uji coba langsung kepada anak-anak.
Kerja keras itu membawanya tampil percaya diri di hadapan dewan juri tingkat nasional.
Nurhalisa mengakui perjalanannya tidak mudah.
Ia harus menyederhanakan materi kesehatan yang kompleks supaya mudah dipahami anak-anak, sekaligus membagi waktu antara persiapan lomba dengan perkuliahan.
Baginya menghadapi juri nasional menjadi tantangan tersendiri.
Namun berkat latihan konsisten, manajemen waktu yang baik, serta dukungan dari orang-orang terdekat, ia berhasil melewati semuanya dan tampil optimal hingga meraih gelar bergengsi tersebut.
“Keberhasilan ini turut diperkuat oleh dukungan Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan dan IDUKES Kalsel,” ungkapnya.
“Kedua lembaga memberikan pendampingan berupa bimbingan materi, teknik penyampaian, hingga dukungan administratif. Kolaborasi ini memastikan program yang dibawa Nurhalisa tersusun matang dan relevan dengan kebutuhan edukasi kesehatan anak,” sambungnya.
Nurhalisa menyebut pengalaman mengikuti ajang nasional tersebut sangat berharga.
Selain memperluas jejaring dan wawasan, ia belajar tentang advokasi kesehatan dan cara menyampaikan isu kesehatan secara inklusif kepada masyarakat.
Momen paling berkesan menurutnya ketika berhasil mempresentasikan program dengan penuh keyakinan sebagai wakil Kalimantan Selatan.
Capaian ini semakin menegaskan komitmen ULM dalam mendukung mahasiswa mengembangkan potensi, inovasi, dan kepemimpinan, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.
Melalui pembinaan dan ekosistem akademik yang kondusif, ULM terus mendorong mahasiswa untuk berprestasi di tingkat nasional.
ULM meyakini keberhasilan Nurhalisa bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kampus berjuluk “Universitas Perjuangan” itu berkomitmen melahirkan generasi muda yang cerdas, peduli, dan berdaya saing, yang mampu menghadirkan perubahan positif bagi daerah, bangsa, dan dunia.



