REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Warga resah dengan kondisi Jalan Sukamara di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru yang telah dibongkar untuk rehabilitasi.
Menurut warga setempat pekerjaan tersebut dibiarkan tanpa tindak lanjut.

Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Banjarbaru sejak 20 Oktober 2025 itu meninggalkan lubang-lubang di badan jalan yang membahayakan pengendara, terutama saat hujan membuat jalan licin dan becek.
Warga setempat, Irma mengungkapkan, ibunya menjadi korban kecelakaan tugal akibat kondisi jalan tersebut, serta mengakibatkan kerugian untuk masyarakat setempat.
“Mama saya dari rumah pergi ke sekolahan untuk menjemput cucunya hari Rabu kemarin sempat terjatuh karena jalannya berlubang, ada pembongkaran aspal,” ujarnya, Sabtu (15/11/25).
Ia mengatakan, keluhan warga sudah muncul sejak sekitar seminggu lalu, hingga pada akhirnya jalanan tersebut memakan korban.
“Sudah semingguan lalu dibongkar, setelah itu jalannya becek pas hujan. Karena berlubang juga jadi jalannya licin,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Kota Banjarbaru, Adi Maulana menjelaskan, pembongkaran titik-titik kerusakan hampir selesai, namun pekerjaan lanjutan terhenti karena cuaca tidak mendukung.
Sementara katanya agregat lama yang rusak harus diganti dan dipadatkan sebelum ditutup kembali dengan aspal.
“Kita harus melakukan pekerjaan perbaikan lapis pondasi agregat atau mengganti agregat lama yang rusak dengan agregat perkerasan baru untuk kemudian dilakukan pemadatan ulang,” jelasnya.
Sedangkan untuk kerusakan yang mencapai lapisan perkerasan, langkahnya tetap sama seperti biasa.
“Kemudian diganti kembali dengan perkerasan yang baru dipadatkan terlebih dahulu baru ditutup aspal,” katanya.
Adi menambahkan, DPUPR Banjarbaru belum bisa melakukan uji kepadatan material menggunakan sand cone, karena agregat di lapangan masih basah akibat hujan.
“Karena persyaratan uji kepadatan material agregat kondisinya tidak boleh basah atau harus kering agar hasil pengujian bisa akurat,” terangnya.
Meski begitu, DPUPR Banjarbaru bersama kontraktor dan konsultan memutuskan untuk menutup lubang-lubang kecil terlebih dahulu dengan aspal panas, sementara lubang besar menunggu hasil pengujian kepadatan.
“Setelah seluruh patchingan tertangani, segmen jalan yang banyak tambalan akan di-overlay agar permukaan kembali rata dan usia layanan jalan lebih panjang,” tuturnya.
Di sisi lain, dengan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak terkait pekerjaan yang dilakukan di lapangan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan terkait pengerjaan di lapangan, namun secara teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan seperti saya sudah jelaskan di atas,” tandasnya.



