Peringatan ini berhubungan dengan potensi bencana hidrometeorologi yang biasanya meningkat pada musim penghujan, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang yang dapat terjadi tanpa tanda-tanda awal yang signifikan.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) terkait insiden angin kencang yang menerjang sejumlah wilayah pada pekan ini. Berdasarkan pendataan awal, angin kencang tersebut dilaporkan terjadi di sembilan desa yang tersebar pada lima kecamatan di Kabupaten Banjar.
“Dari hasil pendataan sementara, tercatat sebanyak 33 rumah terdampak, dihuni oleh 33 kepala keluarga dengan total 110 jiwa yang merasakan langsung dampaknya,” ujar Agus saat memberikan keterangan resmi, Kamis (12/11/2025).
Ia menambahkan bahwa proses pendataan lanjutan masih dilakukan mengingat beberapa desa memiliki akses yang cukup sulit akibat kondisi cuaca.
Agus menegaskan pentingnya masyarakat untuk selalu aktif memantau perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun kanal resmi BPBD Kabupaten Banjar.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti rutin membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan, guna mencegah genangan maupun banjir.
Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di dekat tebing, bantaran sungai, serta kawasan rawan bencana lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari ketika intensitas hujan meningkat dan visibilitas menurun.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Banjar mendorong seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, relawan, hingga dunia usaha, untuk memperkuat koordinasi dan membangun solidaritas dalam memperkuat budaya tanggap bencana.
Langkah kolaboratif ini dinilai sangat penting agar proses evakuasi, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Dengan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kebersamaan, kita dapat meminimalkan risiko bencana serta melindungi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat di Banua kita tercinta,” pungkas Agus.
BPBD Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan memberikan edukasi, pelayanan darurat, hingga pendampingan pascabencana, sebagai upaya mewujudkan Banjar yang TANGGAP, AMAN, dan TANGGUH terhadap ancaman bencana di masa mendatang.



