REDAKSI8.COM, BANJAR – Dalam upaya menjaga keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar melakukan pengambilan sampel sayuran dan buah-buahan di sejumlah lokasi mitra binaan program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (6/11/2025).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Petugas Pengambil Contoh (PPC) Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), yakni Ruliani dan M. Almi, didampingi Plt. Kepala Seksi Keamanan Pangan DKPP Banjar, Sudarto.
Pengambilan sampel dilakukan secara langsung di tiga titik lokasi dapur MBG binaan. Langkah ini untuk pengawasan pangan aman di tiga lokasi dapur MBG. Adapun pengawasan tersebut yakni di dapur:
1. Dapur MBG Tanjung Rema, Yayasan Tahfidz Miftah Firdausy
Sampel yang diuji: wortel, jagung manis, jeruk, dan bawang bombay.
2. MBG Sungai Paring, Yayasan Setia Mandal
Sampel yang diuji: daun bawang, bawang putih, dan bawang bombay.
3. MBG Sungai Sipai, Yayasan Forum Relawan
Sampel yang diuji: wortel, jagung manis, baby jagung, bawang merah, bawang putih, anggur merah, dan jeruk.
Semua bahan pangan tersebut merupakan komoditas yang rutin digunakan untuk penyediaan menu bergizi bagi masyarakat penerima manfaat program MBG.
Seluruh sampel sayur dan buah yang diambil kemudian diperiksa menggunakan alat uji cepat (rapid test kits pestisida) oleh tim DKPP Banjar. Dari hasil pengujian tersebut, tidak ditemukan adanya residu pestisida pada seluruh sampel.
“Berdasarkan hasil rapid test, semua sampel dinyatakan negatif dari kandungan pestisida. Ini artinya, bahan pangan yang digunakan oleh dapur MBG aman untuk dikonsumsi,” jelas Sudarto, Plt. Kasi Keamanan Pangan DKPP Banjar.
Ia menambahkan, pemeriksaan semacam ini menjadi bagian penting dalam pengawasan pangan segar asal tumbuhan agar masyarakat mendapatkan bahan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas.
Kegiatan pengambilan sampel dan pengujian ini merupakan bagian dari program rutin DKPP Banjar untuk memastikan keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di wilayah Kabupaten Banjar.
Selain memastikan produk yang beredar aman, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sesuai standar keamanan pangan nasional.
“Kami ingin memastikan setiap bahan makanan yang disajikan kepada masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, bebas dari bahan berbahaya dan layak konsumsi,” tambahnya.
Dengan hasil uji yang menunjukkan seluruh sampel negatif residu pestisida, DKPP Banjar menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan bahan pangan yang digunakan dalam program MBG.
Langkah pengawasan seperti ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran para petani dan pelaku usaha pangan untuk selalu memperhatikan standar keamanan dalam proses budidaya dan distribusi hasil pertanian.
Melalui kegiatan berkelanjutan ini, DKPP Banjar berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan pangan daerah dan mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, serta berdaya saing tinggi melalui konsumsi pangan yang aman dan bergizi.
PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK
Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan data sebagai berikut:Nama Pemilik : HendriyantoNomor Polisi : BE 2151 AEVMerek :...



