REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Rute baru penerbangan Internasional dari Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru menuju Kuala Lumpur, Malaysia ini merupakan terobosan penting bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel).
Dimana rute itu mempermudah mobilitas masyarakat, mendukung pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menyediakan konektivitas antar wilayah yang lebih baik dan efisien.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru, Emi Lasari menyambut positif pembukaan jalur penerbangan internasional itu.
“Ini terobosan yang sangat bagus. Potensi penerbangan dari Banjarmasin ke Malaysia cukup tinggi karena memangkas biaya, waktu, dan lain sebagainya,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Malaysia merupakan salah satu tujuan favorit masyarakat, baik untuk wisata, pengobatan, maupun transaksi bisnis.
Namun, Emi menekankan, Pemerintah hingga pelaku pariwisata harus memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik mungkin untuk mempromosikan potensi lokal seperti wisata maupun budaya asli Kalimantan Selatan.
“Baik itu adat istiadat, budaya, maupun destinasi wisata yang bisa di branding menjadi daya tarik bagi wisatawan,” ujarnya.
Di sisi lain, potensi religi seperti Haul Abah Guru Sekumpul menjadi daya tarik besar Kalsel, karena bukan hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga Malaysia.
“Animonya cukup tinggi. Kita harus memaksimalkan event-event dan budaya lokal agar mendapat perhatian Internasional,” tegasnya.
Selain itu, Kalsel pun memiliki alam dan budaya yang luar biasa melalui Geopark Meratus, yang kini telah masuk ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark.
Sehingga potensinya harus benar-benar dimaksimalkan promosinya agar bisa dikenal lebih luas di mata dunia.
“Kita juga punya pasar terapung, museum, waduk, hutan hujan tropis, dan air terjun berusia jutaan tahun yang bisa menjadi tujuan geowisata ke berbagai arah,” sebutnya.
“Jika benar-benar di branding dan dipublikasikan secara maksimal, ini akan jadi data tarik pariwisata dunia,” sambungnya.
Sejalan dengan itu, Pemerintah juga katanya harus mempersiapkan sarana dan prasana pendukungnya, untuk kenyamanan para pengunjung kedepan.
“Kita harus berbenah dari sisi pelayanan hingga fasilitas pendukung, agar dapat memberi dampak besar bagi daerah,” tuntasnya.



