REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru resmi mencabut status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (kahurtla) pada musim kemarau tahun 2025.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan (Kalsel) merilis prediksi musim hujan di Banjarbaru akan terjadi di bulan November mendatang.
Dari situ, Kota Banjarbaru tengah menjalani masa peralihan musim kemarau ke hujan (pancaroba).
Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie mengatakan, kini pihaknya tengah menyiapkan kesiapsiagaan cuaca ekstrem.
“Sesuai dengan rilis yang disampaikan dari BMKG bahwa Kota Banjarbaru di bulan November sudah terjadi hujan,” ujarnya, Senin (22/9/25).
Zaini menjelaskan, hujan yang terjadi pada periode cuaca ekstrem itu akan berpotensi menimbulkan brncana seperti banjir, angin puting beliung, hingga tanah longsor.
Bahkan katanya, hujan yang sudah terjadi saat ini dapat berpotensi membuat pohon jadi tumbang.
“Kami sudah menyiapkan kesiapsiagaan cuaca ekstrim di Kota Banjarbaru, karena memang masih ada kondisi cuaca kita yang hujan, sehingga membuat banyak pohon-pohon yang tumbang,” ungkapnya.
Dari prediksi itulah, yang menjadi dasar Pemko Banjarbaru untuk menetapkan status darurat cuaca ekstrem atau tidak.
Karena pada pergantian musim kemarau ke musim hujan sudah tidak perlu lagi menggunakan status siaga bencana karhutla.
“Kita sudah mengakhiri siaga karhutla di tanggal 13 September lalu, menyusul wilayah kita juga kerap dilanda hujan, jadi yang kita hadapi sekarang adalah status cuaca ekstrem,” imbuhnya.
Kendati demikian, Zaini menekankan bahwa pihaknya tetap siaga untuk melakukan penanganan apabila ada terjadi pohon tumbang ketika hujan melanda di Kota Banjarbaru.
Sementara BPBD Banjarbaru bersama stakeholder terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi-kondisi pohon di lapangan, apakah terlalu rumit atau sebagainya.
“Yang jelas kita sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Pemukiman dan PLN juga kita beritahu,” jelasnya.
Meski begitu, Ia berharap masyarakat Banjarbaru juga bisa melaporkan segala bentuk kejadian, keadaan kedaruratan yang terjadi di wilayahnya masing-masing melalui Call Center 122.
“Call Center 112 masih aktif untuk masyarakat menyampaikan kalau terjadi keadaan darurat bencana yang ada di Kota Banjarbaru,” tuntasnya.



