REDAKSI8.COM, BANJAR – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu pertanian berkelanjutan. Melalui kolaborasi Tim PPK Ormawa IAAS LC ULM dan Tim P2MW Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, mahasiswa bersama dosen menggelar pelatihan pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk organik fermentasi di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Minggu (7/9/2025).
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari perangkat desa, mulai kepala desa, sekretaris desa, ketua RT hingga Karang Taruna, yang hadir mendampingi warga. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi antara kampus dan masyarakat dalam mengelola potensi lokal.

Pelatihan diawali pemaparan materi oleh Tim P2MW Ilmu Tanah mengenai potensi limbah organik sebagai pupuk ramah lingkungan. Selanjutnya, warga diajak praktik langsung mencacah limbah, menyiapkan larutan aktivator (EM4, molase, dan Trichoderma), hingga proses fermentasi yang memerlukan waktu sekitar dua pekan.
Suasana berlangsung interaktif. Warga tak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya, mencatat, bahkan mencoba sendiri setiap tahapan. Antusiasme ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran baru bahwa limbah pertanian maupun pasar bukan lagi sampah, melainkan sumber daya bernilai ekonomi.
Dosen pendamping Tim PPK Ormawa IAAS LC ULM, Eny Dwi Pujawati, M.Si., menekankan pentingnya keberlanjutan program ini.
“Kami berharap pelatihan ini benar-benar dipraktikkan warga. Program ini sejalan dengan komitmen ULM memperkuat kapasitas petani desa sekaligus membuka peluang agrobisnis ramah lingkungan,” ujarnya.



