REDAKSI8.COM, JAKARTA – Aksi demonstrasi di beberapa titik di Jakarta masih terus bergulir.
Keadaan disana diduga mulai tidak kondusif. Sejumlah oknum demonstran dianulir mulai melakukan aksi penjarahan di sekitar lokasi demo.

Gedung ruko dan perkantoran disekitaran Mako Brimob Kwitang Jakarta Pusat contohnya.
Oknum demonstran diduga telah menjarah komputer hingga barang funitur.
Terlihat dalam video yang marak beredar di media sosial, diantaranya akun @based.indo, oknum demonstran menjarah barang seperti meja kayu jati, kursi, komputer, dispenser, mesin air, tabung oksigen, sepeda baru dan monitor.
Pun terlihat, beberapa besi termasuk pagar rumah warga sekitar tampak digotong oknum pendemo.
Lebih ironisnya, sebuah mobil dianulir Toyota Rush ikut menjadi sasaran imbas dari kericuhan aksi unjuk rasa tersebut.
Dalam komentar nitizen yang melihat video-video tersebut, banyak yang menyarankan untuk tidak menjarah perabotan milik masyarakat.
Sebab, aksi unjuk rasa itu sendiri merupakan aksi menyuarakan aspirasi kepada pejabat publik, bukan ambil barang warga comot sana sini.
Bagi nitizen, keadan tersebut sudah tidak kondusif, diluar tujuan utama.
“Jangan normalisasi penjarah seperti ini. Ini sama saja kelakuannya seperti DPR,” tulis salah satu nitizen.
“Lah yang dijarah juga bayar pajak,” ketik nitizen lain.

Melihat demonstrasi yang sudah bergulir sejak 25 Agustus lalu itu, Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dikenal Ahok angkat bicara memalui akun media sosial Instagram pribadinya @basukibtp.
Pada video tersebut dia meminta, para pejabat publik mesti menerima dan mendengarkan para pendemo untuk memberikan masukan dan kritik. Supaya diperoleh akar masalah beserta solusinya.
“Saya dulu waktu di demo buruh pun di balai kota, kenapa bisa selesai pulang? Saya terima mereka masuk dan saya dengarkan apa mau mereka dan saya carikan solusinya,” papar Ahok dalam video yang berdurasi 1 menit 45 detik tersebut, Jumat (30/8/2025) malam.
Namun, sampai sekarang Ahok menduga, yang bersangkutan tidak mau menerima para demonstran.
“Atau kita memang takut, pemerintah ini takut. DPR takut tidak bisa menyelesaikan permintaan mereka,” pikirnya.
Dia menyarankan, anggota DPR jangan cuma mau pajak, tapi demo dibiarkan berkepanjangan sampai sekarang.
Malah Ahok beranggapan, pemerintah sekarang (DPR<-red) seperti tidak mau mencarikan solusi masalah.
“Kenapa anda tak berani terima orang demo untuk dengarkan masalahnya dan cari solusinya,” tanya dia.
“Karena memang kita kelihatan tidak mau mengubah, tidak mau memperbaiki,” sambungnya.
Diakhir video Ahok berpesan kepada pejabat publik untuk memberikan santunan hingga biaya hidup kepada keluarga korban dari aksi demo, dalam hal ini Affan Kurniawan, yang tewas dilindas kendaraan taktis (rintis) brimob pada Kamis (28/8) malam.
Diakhir berita ini tim Redaksi8.com berpesan, kepada para demonstran untuk tidak menjarah milik swasta dan pengusaha serta rakyat kecil, merusak fasilitas publik dan melukai sesama warga.
Terlebih jangan terhasut oleh ajakan benci keturunan Tiong Hoa dan Cina, sebab mereka pun sama seperti kita rakyat indoensia lainnya.
Tujuan demonstrasi jelas, menyampaikan aspirasi ke DPR dan Pejabat, tidak lebih dari itu.



