REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru peringati Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-51 di Aula Gawi Sabarataan, Pemko Banjarbaru, Senin (13/11/23).
Demi memeriahkan HKG PKK ke-51 telah melaksanakan berbagai perlombaan, seperti lomba poster digital, tertib administrasi PKK, usaha peningkatan pendapatan keluarga, amalkan serta kukuhan halaman asri teratur indah dan nyaman.
Kemudian, lomba pertolongan pertama pada kecelakaan rumah tangga dan lomba inovasi teknologi tepat untuk meningkatkan Kota Banjarbaru Tahun 2023.
Ketua TP PKK, Kota Banjarbaru, Vivi Mar’i Zubedi Aditya Mufti Ariffin mengatakan, peringatan HKG PKK merupakan momentum untuk mensyukuri PKK sebagai mitra kerja pemerintah, yang senantiasa berusaha membuat energi baru atas peran sertanya dalam pembangunan.
Bahkan HKG PKK harus selalu menimbulkan gelora yang membawa semangat baru bersama disetiap langkah-langkah dan gerak PKK.
“Peringatan tahun ini mengandung makna yang sangat mendasar pada era ini, yakni kebersamaan dan keterpaduan yang harus kita curahkan sebesar-besarnya untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat Banjarbaru,” jalasnya.
Sementara itu, Walikota Banjarbaru sekaligus Pembina TP PKK Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin ingin, dalam peringatan HKG PKK ke-51 ini para kader PKK bisa semakin mapan, baik berupaya untuk kesejahteraan keluarga maupun meningkatkan kapasitas dilingkungan sosial.
“Mudah-mudahan capaian untuk 10 program PKK ini lebih bisa terealisasi secara signifikan,” harapnya.
Tidak hanya itu, Aditya menjelaskan, kapasitas peningkatan lingkungan pun termasuk ke permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan Kota Banjarbaru.
“Masalah stunting, kemiskinan dan lain-lain, melalui gerak PKK dan kesatuan gerak bersama ini bisa menjadi pemecah permasalahan dilingkungan kita,” ungkapnya.
Adanya gerakan PKK se-Kota Banjarbaru baginya sudah terlihat peran dan kiprahnya sebagai wadah aktifitas sosial kemasyarakatan.
Serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan keluarga dan masyarakat di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dengan target PKK capaian dari 10 programnya.
“Untuk masalah stunting tentunya ini bukan hanya kerja dari PKK tapi perlu sinergi dari seluruh stakeholder, dinas dan instansi terkait agar permasalahan stunting ini selesai,” tandasnya.



