REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru peringati Hari Pangan se-Dunia (HPS) yang ke-43 dengan memghadirkan pasar murah di Halaman Gedung Bina Satria, Kota Banjarbaru, Kamis (2/11/23).
Hadirnya pasar murah merupakan salah satu bentuk penanganan dampak inflasi di Kota Banjarbaru.
Oleh karena itu, industri makanan sehat serta tingkat ketahanan pangan diharapkan bisa terus meningkat dan berkembang di Banjarbaru.
“Dengan harapan kebutuhan ini bisa tercukupi dan semakin hari semakin meningkat kebutuhan akan pangan,” ucap Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin.
Lalu, adanya modernisasi peningkatan dari jumlah produksi pangan di Kota Banjarbaru ujarnya bisa terlaksana dengan baik, sehingga kebutuhan pangan dapat terus disuplai dari daerah sendiri.
Walaupun di Kota Banjarbaru lahannya terbatas, namun bagi Aditya masih bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui penerapan urban farming.
“Sehingga produksi bisa lebih banyak, pelaksanaan baik penanaman, panen dan lainnya bisa lebih cepat lagi,” cetusnya.
“Adanya modernisasi, peningkatan kualitas dan kuantitas dari pangan yang ada di Banjarbaru, kebutuhan pangan bisa terus disuplai sendiri,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Banjarbaru, Abu Yazid Bustami ingin ketersediaan pangan di Banjarbaru dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dengan aman, sehat, halal dan bisa menjaga kestabilan harga.
“Seperti yang disampaikan bapak wali bahwa modernisasi pertanian di Kota Banjarbaru dengan jumlah lahan yang sangat terbatas, bisa panen 2 sampai 3 kali dalam setahun,” sebutnya.
Sebab, Yazid mengatakan, jika ketersediaan pangan tidak tersedia, maka ketahanan yang lainnya pun ikut terganggu, seperti ketahanan kesehatan dan sosial.
“Mudah-mudahan masyarakat Kota Banjarbaru sejahtera dengan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang stabil,” tandasnya.



