REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Beberapa pekan terakhir telah terjadi eskalasi cukup signifikan terhadap harga cabai rawit di wilayah Kota Banjarbaru.
Semula cabai rawit dihargai Rp40 ribu per kilogram, hari ini Selasa (17/10/2023) naik menjadi Rp55 ribu per kilogram.
Pedagang Cabai di Pasar Bauntung, Halim ,engungkapkan, eskalasi atau kenaikan harga disebabkan musim panen di Kalimantan Selatan (Kalse) sudah mulai berkurang.
Ditambah musim kemarau sejak akhir bulan Agustus lalu menyebabkan kondisi tanah mengering.
“Memang panenan sekarang sudah sangat kurang, banyak pohon yang sudah mati karena kemarau panjang,” ujarnya, Selasa (17/10/23).
Dari masalah itu, supaya Halim tetap bisa memenuhi kebutuhan para konsumennya, sebagian barang (stok) cabai rawit didatangkan dari luar Kalsel.
“Semua sekarang datang dari jawa, jadi mengandalkan pengiriman, makanya harganya naik,” katanya.
Halim menyebutkan, harga cabai rawit jablak saat ini sudah mencapai Rp55 ribu/kg.
Harga sebelumnya hanya Rp40 ribu/kg. Sedangkan Cabai Hiung dari Rp45 ribu menjadi Rp60 ribu/kg.
“Sekitar sudah setengah bulanan naiknya, kalau cabe besar masih normal Rp35 ribu satu kg, kenaikan di cabai kecil aja,” terangnya.
Meski demikian, ada bahan pokok yang harganya justru turun, seperti bawang merah dan bawang putih.
Hal itu disampaikan langsung oleh pedagang bawang di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru, Mubarok, katanya harga bawang turun sejak 2 minggu terakhir.
“Sekarang Rp23 ribu malah turun, sebelumnya Rp25 ribu, bawang putih sekarang Rp37 ribu sebelumnya Rp38 ribu per kilogran,” ungkapnya.
Ia mengatakan, seiring bulan maulid, permintaan pasar biasanya ikut meningkat sekitar 20 persen dari biasanya.
“Turun nya tidak banyak, tapi bawang merah yang turunnya lumayan banyak, mungkin karena petani sudah panen semua,” pungkasnya.



