REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sepanjang bulan September 2023, sedikitnya ada 22 penerbangan di Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin tertunda.
Penyebabnya, kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sedang terjadi di Kota Banjarbaru.
Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Iwan Risdianto membeberkan, selama 5 hari berturut-turut ada 22 flight yang terdampak kabut asap di bulan September Tahun 2023.
“Tanggal 5 dan 8 September masing-masing ada 6 flight, tanggal 18 ada 2 flight, tanggal 23 ada 3 flight dan tanggal 29 ada 5 flight, jadi total ada 22 flight,” jelasnya, Rabu (4/10/23).
Meskipun kabut asap sering kali menyelimuti wilayah bandara, namun penerbangan masih dalam kondisi aman.
Hal itu dikarenakan, beberapa pesawat yang berangkat di pagi hari pada pukul 06.00 sampai 07.30 Wita.
“Sementara kabut asap datang kira-kira pukul 08.00, sehingga pesawat kami yang berangkat pagi hari itu relatif aman,” ujarnya.
Sedangkan upaya pencegahan Karhutla, Iwan menambahkan, sudah diundang oleh Pemerintah Kota Banjarbaru untuk bersama-sama menangani masalah kebakaran.
Namun, sejauh ini pihaknya hanya bisa mengimbau kepada pengguna jasa, khususnya keberangkatan melalui Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin untuk datang 2 jam lebih cepat.
Serta tetap menggunakan masker dan handsanitazer guna menjaga kondisi agar selalu sehat ketika penerbangan berlangsung hingga sampai tujuan.
“Namun kami belum dapat arahan yang secara signifikan, apa yang harus pihak bandara lakukan,” ucapnya.
Kemudian, bagi penumpang yang terdampak dari penundaan, sesuai dengan aturan, yakni minimal 3 jam keterlambatan, mereka mendapatkan snack atau kue.
Dan ketika delay selama 6 jam atau bahkan mungkin ditunda sampai besok paginya, para penumpang akan mendapatkan fasilitas hotel dari pihak bandara.
Meski demikian, delay bukan hanya disebabkan dari kabut asap tetapi bisa saja dikarenakan operasional.
Seperti, pesawat delay dari bandara asalnya belum sampai disini (Bandara Syamsuddin Noor) pun sudah sering kali terjadi.
“Jadi diinapkan dihotel terdekat, tapi sampai saat ini tidak ada sampai selama itu, jadi maksimal 3 jam atau lebih dari itu mereka tetap dikasih kue,” tandasnya.
Sementara itu, seorang penumpang dari Yogyakarta, Aulia mengaku, penerbangan ke Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin tidak ada kendala sedikitpun.
Katanya, memang ketika sampai di bandara terlihat kondisi cuaca yang tidak sehat karena kabut asap.
“Lancar saja, sama sekali tidak ada hambatan saat diperjanan kesini, ya tercium kabut asap begitu sampai,” pungkasnya.



