REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kabut asap dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menyelimuti Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin.
Akibatnya, lima penerbangan ditunda pada hari Jum’at (29/9/23) dini hari.
Adapun 5 penerbangan tersebut dengan tiga tujuan Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta, yaitu Citilink/QG 483, Super Air Jet/IU 625, dan Lion Air/JT 529.
Kemudian, tujuan Bandara Udara Internasional Juanda Surabaya dengan nomor penerbangan Lion Air/JT 311 dan Wings Air/IW 1394, dan tujuan Bandara Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.
“Pesawat yang delay (ditunda) penerbangannnya antara pukul 06.00 sampai 07.00 Wita, karena jarak pandang hanya sekitar 300 meter,” ujar Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Iwan Risdianto.
Iwan menjelaskan, setelah pukul 07.30 Wita, kondisi kembali berangsur normal dengan jarak pandang 500 meter. Sehingga visibilitasnya dirasa aman untuk keselamatan penerbangan.
“Pesawat masih bisa take off atau landing pada jarak pandang minimal 500 meter atau sesuai persetujuan dari Airnav untuk take off,” terangnya.
Oleh karena itu, Ia menyampaikan, permohonan maaf kepada para calon penumpang dan berharap dapat memahaminya.
Sebab, hal itu dilakukan semata-mata demi menjaga keselamatan dan kenyamanan para penumpang.
“Kami meminta maaf atas delay itu, kami selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa jadi yang memutuskan boleh tidaknya berangkat tergantung Airnav dan kapten pilot,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang warga Banjarbaru Eva mengatakan, setiap hari kabut asap dari dampak Karhutla semakin tebal dan pekat.
Ia berharap, hujan dapat segera turun, agar kemarau dan kabut asap yang melanda wilayah Kota Banjarbaru berakhir.
“Sampai saya mengalami sesak napas dan kepala terasa pusing karena karena terus menghirul asap, walaupun sudah menggunakan masker tetapi udara masih terasa pengap,” pungkasnya.



