REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) menggelar penyambutan Pesawat Tempur Super Tucano di Pangkalan TNI AU Syamsuddin Noor, Kamis (28/9/23).
Kedatangan 2 pesawat tempur ini dalam rangka melaksanakan terbang navigasi ke arah Tarakan, Balikpapan dan ke Malang.
Setelah itu mereka akan bergabung dengan pesawat-pesawat yang tengah pulang operasi dari Papua.
“Jadi konteksnya memang ini sedang melaksanakan kegiatan terbang latihan,” ucap Komandan Lanud (Danlanud) Syamsuddin Noor Banjarmasin, Kolonel Pnb Vincentius Endy.
Danlanud Vincentius menerangkan, Pesawat Tempur Super Tucano memiliki kemampuan untuk ganri atau menembak dengan peluru.
Bahkan, pesawat tempur itu bisa menembak dengan roket dan menembak dengan bom yang beratnya sekitar 150 kg, serta bisa membawa 2 bom sekaligus.
“Pesawat tempur ini adalah salah satu pesawat yang bisa diandalkan, karena sudah generasi yang menggunakan avionic yang cukup canggih,” ujarnya.
Dikesempatan yang sama, Kapten Terbang Antariksa, lulusan Akademi Angkatan Udara Tahun 2012, Bayu Prakoso mengatakan, kedatangannya memang karena ada program transisi, yakni pembentukan penerbang yang baru keluar dari Yogyakarta masuk ke satuan.
Dilanjutkan dengan peningkatan kualifikasi menjadi seorang wingman.
“Sebenarnya kita berangkat dari Malang tadi sekitar jam 07.30 sampai sini dalam rangka terbang jelajah,” ujarnya.
Selain itu, ada program flight course, membawa Worship Leader yang mampu membawa 4 pesawat.
“Jadi kesini sekaligus ada misi terbang jelajah, program transisi, dan juga flight course,” ucapnya.
Bayu menjelaskan, Pesawat Tempur Super Tucano ini adalah asal pabrikan embraer dari Brazil.
Khususnya pesawat tempur diciptakan untuk counter insurgency, sehingga memang cocok untuk membasmi para separatisme yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Amunisi ini bisa balet, bisa roket, bom, kita juga bisa bawa semuanya untuk amunisi,” katanya.
Sementara itu, seorang murid SMA Banua Kalimantan Selatan, Rojak Naqolbi mengatakan, melihat pesawat tempur secara langsung pada hari ini adalah pengalaman pertama dari SMA Banua.
“Kagum sih pastinya, terus pasti menginspirasi semua buat semangat terus jadi penerus-penerus pilot,” pungkasnya.



