REDAKSI8.COM, BANJARBARU– Dilansir dari panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Selasa (26/9/23) harga Beras Premium terus merangkak naik.
Beras Premium naik 1,29 persen menjadi Rp. 14.940 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya.
Tren kenaikan harga juga dialami oleh beras medium, yakni tembus di angka Rp13.160 per kilogram atau naik 0,15 persen dari hari sebelumnya.
Meski demikian, indeks penurunan harga ada di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Asisten II Walikota Banjarbaru sekaligus Koordinir TPID, Kota Banjarbaru, Puspa Kencana menyampaikan, demi menekan inflasi di Banjarbaru, pemerintah kota telah menjalankan 9 langkah kongkret.
Diantaranya, operasi pasar, sidak pasar, gerakan menanam, transportasi gratis, Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan lainnya.
Itu semua dilaksanakan untuk memberikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus membantu menstabilkan harga-harga di pasar tradisional.
“Kita tertinggi terendah dipihak indeks penurunan harga di Kalsel untuk di Kota Banjarbaru min 5 0,5, karena kita sudah melaksanakan 9 langkah kongkret,” ujarnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga selalu sidak untuk memastikan keterjangkauan harga bahan pokok di pasar.
Sehingga ketika harga tinggi masyarakat akan mendapatkan harga murah karena disubsidi oleh pelaksana pasar murah.
“Alhamdulillah mendapatkan intensifkan Banjarbaru tahun ini,” ucapnya.
Puspa mengatakan, meskipun harga Beras Premium jauh lebih tinggi tetapi tidak menjadi masalah, karena sebelumnya sudah ada pembagian beras kepada masyarakat.
Sementara itu, seorang pedagang beras di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru, Ipul mengatakan, dalam satu karung beras premium dengan berat 25 kg turunnya sekitar Rp30.000.
Untuk harga beras premium sebelumnya hanya Rp. 11.000 per liter, sekarang menjadi Rp. 13.000 per liter.
“Berasnya melonjak terus, apa lagi beras Jawa ini banyak sekali sampai Rp. 30.000 dalam sekarungnya,” ujarnya.
Menurut Ipul, naiknya harga beras premium dikarenakan memang belum musim panen, stok petani habis, serta dampak dari kemarau panjang.
“Mungkin belum musim panen, stok dari petani habis, dan kekeringan juga,” katanya.
Sedangkan untuk beras lokal sendiri, saat ini masih dalam kondisi stabil di harga Rp16.000 seperti beras Unus Mayang, Siam Rp14.000 per liter.
“Masih stabil dari Rp. 14.000 sampai Rp16.000, karena kita masih musim panen,” ucapnya.
Ia menyebutkan, sejak 2 bulan terakhir harga beras premium sudah mengalami kenaikan terus menerus secara bertahap.
“Ada 2 bulan sudah, mulai naik-naik terus, mulai musim kemarau melanda, kering nggak ada air,” sebutnya.
Kemudian, untuk beras medium sebelumnya hanya Rp10.000 per liter menjadi Rp12.000 per liter.
Namun, Ipul memastikan, ketersediaan beras premium ataupun lokal untuk Kota Banjarbaru dalam kondisi aman.
“Beras medium biasanya Rp10.000 atau Rp10.500, sekarang sudah Rp12.000,” pungkasnya.



