REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru berencana mengaktifkan kembali sumur bor di sejumlah titik rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Sejauh ini, ada 50 titik sumur bor yang tersebar di Kelurahan Syamsuddin Noor dan Guntung Payung, Kota Banjarbaru.
Namun sumur-sumur tersebut belum bisa dimanfaatkan. Sebab, Badan Restorasi Gambut (BRG) yang notabennya adalah pemilik hak atas fasilitas itu, sampai sekarang belum menghibahkannya ke Pemko Banjarbaru.
“Itu sudah dikoordinasikan dengan Badan Restorasi Gambut. Jadi tinggal menunggu aksinya saja dari Badan Restorasi Gambut,” ucap Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin usai acara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-30 dan Hari Anak Nasional ke-39 Tahun 2023 di Gedung Bina Satria, Kota Banjarbaru, Selasa (29/8/23).
Diketahui, dari 50 sumur bor hanya 1 yang bisa difungsikan untuk membantu menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Informasi ini disampaikan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru pasca survei ke lapangan pada Senin (31/7/23) lalu.
Dari data mereka, 50 sumur bor itu merupakan hasil dari advokasi Badan Restorasi Gambut (BRG), yang memintakan bantuan kepada Wetlands penanganan Karhutla.
Dimana bantuan tersebut disalurkan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Dari 50 titik sumur bor, satu yang aktif itu berada di tengah kebun milik warga di Kelurahan Syamsuddin Noor.
Meski begitu, kondisi sumur bor sudah tidak maksimal lagi jika digunakan sebagai sarana penanganan Karhutla.
“Airnya sudah agak macet,” ucap Sekretaris BPBD Kota Banjarbaru Rosida Ariyanti, Senin (14/8/23).
Kemudian, sumur bor di titik lainnya sebagian besar sudah tertutup dengan endapan pasir, ranting, hingga semak-semak yang masuk ke dalam lubang sumur bor.
Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, sebab aset sumur bor bukan milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.
Karena belum ada hibah dari BRG ke Pemko Banjarbaru.
“Belum bisa kita apa-apakan sumur bor nya, kita cuman tau titiknya saja dimana,” ujarnya.
Ia mengaku, saat ini pihaknya merasa kesulitan dalam memadamkan api Karhutla, ditambah lokasi kebakaran jauh dari akses air.



