REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (pemko) Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan masih terus mengumpulkan seragam sekolah dan buku bekas layak pakai.
Tujuannya, membantu para siswa-siswi yang kondisi perekonomiannya belum beruntung di banding yang lain.
Hingga saat ini jumlah pengumpulan seragam dan buku layak pakai sudah 500 setel seragam.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru Dedy Sutoyo mengatakan, masih ada beberapa sekolah yang belum menyerahkan seragam, karena adanya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Ada beberapa SMA yang kegiatan MPLS nya menggunakan baju seragam SMP, jadi seragam layak pakainya masih belum bisa diserahkan,” jelas Dedy Sutoyo usai rapat persiapan panitia penyelenggara MTQN XXIV di Aula Linggangan DPRD Kota Banjarbaru, Jum’at (14/7/23).
Seperti yang diketahui, gerakan pengumpulan pakaian seragam dan buku layak pakai ini menyasar semua sekolah SD, SMP dan SMA di Kota Banjarbaru.
Dengan tujuan, agar peserta didik tidak mencoret-coret pakaianya saat lulus sekolah, sehingga seragam tersebut bisa dimanfaatkan kembali bagi siswa yang kurang mampu.
Namun, gerakan pengumpulan pakaian seragam dan buku layak pakai ini hanya bersifat himbauan, tidak ada paksaan.
Kemudian, pakaian seragam dan buku layak pakai tersebut akan dibagikan pada anak yang membutuhkan, khususnya dilingkup sekolah Kota Banjarbaru.
Dimana nantinya Disdik akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Banjarbaru yang paham Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
“Penerimanya bisa anak dari keluarga PKH maupun yayasan yang memerlukan,” ucapnya.
Dedy berharap, dengan adanya imbauan pengumpulan pakaian seragam dan buku layak pakai dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Sementara itu, seorang siswi Dina mengatakan, dirinya belum mengetahui adanya gerakan pengumpulan seragam dan buku layak pakai tersebut.
Meski begitu, Ia sangat mendukung dan mensupport program Pemerintah Kota Banjarbaru tersebut.
“Belum tahu ya, tapi kalau ada gerakan pengumpulan seragam dan buku layak pakai itu sangat bagus, karena bisa membantu siswa yang kurang mampu,” pungkasnya.
Penulis Irma



