REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Tinggal hitungan hari lagi umat muslim akan merayakan Hari Raya kurban Idul Adha 1444 Hijiriah.
Berangkat dari itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru sudah memastikan, bahwa hewan kurban yang akan dipotong di kota Banjarbaru dalam keadaan sehat.
Melalui tim kesehatan yang dibentuk DKP3, mereka akan memantau dan terjun langsung saat prosesi penyembelihan hewan kurban di hari H.
Kepala DKP3 Kota Banjarbaru, Abu Yajid Bustami memastikan, sepekan hari raya kurban, ketersediaan hewan kurban yang ada di Kota Banjarbaru kondisinya sehat.
Hal tersebut dilihat dari konsumtif hewan kurban tahun lalu yang mencapai angka 1.500 ekor.
“Ketersediaan sapi lebih 2.000 ekor yang tersebar diseluruh Kota Banjarbaru, kambing juga tersedia kurang lebih 3.000 ekor,” ujarnya Abu Yajid Bustami usai melakukan pemeriksaan di kandang sapi, Kamis (22/6/23).
Dalam menjaga kesehatan hewan sapi, setiap peternak kata Yazid sudah diberikan edukasi, terutama soal kebersihan kandang, kebersihan hewan hingga vaksinasi hewan yang masuk ke Kota Banjarbaru.
Meski begitu, pihaknya tetap menerjunkan tim khusus kesehatan kelapangan sebanyak 15 orang, dan dokter hewan sekitar 7 orang, untuk memantau langsung penyembelihan hewan kurban di Kota Banjarbaru.
“DKP3 Banjarbaru juga membentuk tim khusus untuk melaksanakan pemeriksaan hewan baik sebelum pemotongan maupun saat pemotongan,” terangnya.
Ia menjelaskan, hewan kurban dapat dinilai sehat dan bisa dijadikan hewan kurban dilihat dari tidak adanya cacat di tubuh hewan tersebut.
Artinya sehat sambung Yazid, berat badan mencukupi standar atau tidak kurus.
Sedangkan untuk sapi yang berumur 1,5 tahun keatas ditandai dengan gigi seri, bukan gigi susu lagi atau berganti ke gigi dewasa.
Seorang pemilik peternakan sapi Loktabat Utara, Kota Banjarbaru Safrin Abdullah mengatakan, jumlah sapi yang tersedia di peternakannya untuk kurban Hari Raya Idul Adha saat ini sebanyak 485 ekor.
“Dalam perjalanan masih ada 350 ekor lagi sapi yang belum datang,” ungkapnya.
Sapi yang ada dikandangnya ujar Safrin didatangkan langsung dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali, dengan kisaran harga Rp13,5 juta hingga Rp40 juta.
Pelanggan yang membeli sapi kepadanya kebanyakan berasal dari Banjarbaru, Banjarmasin, dan Kabupaten Banjar.
“Sapi yanga da dikandang sudah habis terjual, tinggal sapi kecil yang belum masuk syarat kurban, dan yang dipasarkan sudah hampir 650 ekor,” ujarnya.
Ia memastikan, semua sapi dikandangnya dalam keadaan sehat, sebab setiap sapi yang datang langsung dilakukan vaksinasi oleh DKP3 Kota Banjarbaru.
“Sapinya juga selalu dipantau dan kandang selalu dibersihkan setiap hari,” pungkasnya.
Penulis Irma



