REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Genap satu tahun setelah tertimpa musibah kebakaran, bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Banjarbaru mulai direhab.
Rehab tersebut menggunakan anggaran pusat dari Kementerian PUPR sebesar Rp8,5 Miliar.
Meski diperbaiki, warga SMPN 3 semetara waktu terpaksa menjalani proses belajar mengajar secara bergantian.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 3 Banjarbaru Suraidah menerangkan, selama proses rehabilitasi bangunan sekolah, siswa-siswi belajar memakai sistem shift atau bergantian.
Secara rinci katanya, shift pertama dari jam 07.30 – 12.10 Wita, dan shift kedua dari jam 13.00 – 17.00 Wita menggunakan 8 ruangan kelas. Ada pula yang menggunakan sistem online.
“Untuk saat ini karena usai ulangan, jadi anak-anak tidak ada kegiatan, tapi mereka mengembalikan buku belajar ke sekolah,” katanya Suraidah, Jum’at (16/6/23).
Ujarnya, proses rehabilitasi dilaksanakan pihak ke tiga secara bertahap. Tahap pertama bagian kanan sekolah dan tahap kedua bagian kiri sekolah.
“Kalau kelas sebelah hampir selesai, tinggal finishing saja lagi. Kami minta agar diselesaikan terlebih dahulu sebelum memindahkan barang-barang sekolah,” ucapnya.
Rehabilitasi bangunan kelas dikatakan Suraidah, dimulai sejak bulan Maret 2023 lalu, dan seluruh bangunan harus selesai hingga bulan Agustus 2023 mendatang.
Diwaktu yang berbeda, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru Dedy Sutoyo mengatakan, pemugaran bangunan SMPN 3 Banjarbaru murni menggunakan anggaran Nasional.
“Nilainya Rp. 8,5 Miliar, sepertinya perbaikan menyeluruh di SMPN 3,” ucapnya.
Dedy mengatakan, proses pengerjaan rehabilitasi sekolah SMPN 3 Banjarbaru akan berlangsung sepanjang tahun 2023.
Sedangkan untuk proses ngajar-mengajar SMPN 3 Banjarbaru dibagi menjadi dua shift, yakni shift pagi sampai siang dan siang hingga sore, berdasarkan kesepakatan bersama wali murid.
Penulis Irma



