REDAKSI8.COM – Polisi Resort Kota Banjarbaru turut memfokuskan peningkatan kewaspadaan menyikapi peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu (28/3) siang.
Kepala Bagian Humas Polres Kota Banjarbaru, AKP Tajudin Noor, mengaku telah melakukan peningkatan kewaspadaan dan keamanan di lokasi – lokasi ibadah kaum nasrani di Kota Bamjarbaru.
Bentuknya sambung Tajudin, dalam penyelenggaraan ibadah yang kerap dilakukan di gereja – gereja terdekat para jemaat diminta menggelarnya secara virtual saja.
Upaya itu juga sebagi bentuk protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya kerumunan yang diduga dapat menimbulkan penyebaran covid-19.
“Kita merekomendasikan para jemaat melaksanakan ibadah di rumah masing-masing,” katanya kepada Redaksi8.com melalui keterangan resmi, Senin (29/3).
Sejauh ini ada 2 Kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang banyak memiliki bangunan gereja, Banjarmasin dan Banjarbaru.
Sementara jumlah gereja yang tersebar di seluruh Kota Banjarbaru kurang lebih ada sebanyak 9 buah gereja.
“Walaupun disini tidak terendus gerakan terosris kita tetap waspada dan meningkatkan pelayanan keamanan kepada seluruh masyarakat Banjarbaru,” ujar Tajudin.
Diketahui, pada peristiwa ledakan bom bunuh diri di Kota Makassar sudah ada dua orang meninggal dunia dan 19 orang jemaat serta petugas keamanan atau Satpam yang terluka.



