REDAKSI8.COM – Pandemi covid-19 belum berakhir, hingga di bulan Desember ini di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan statusnya justru kembali menjadi zona merah secara umum setelah sempat beberapa waktu berada di zona hijau di beberapa Kelurahan.
Banyak pedagang dan UMKM terdampak bahkan gulung tikar, sebagian ada pula yang membanting setir bergeliat di usaha yang lebih refrensentatif di masa pandemi.

Uniknya, di Banjarbaru sendiri setelah dibukanya peluang untuk pelaku usaha mikro menerima bantuan sosial BPUM Rp. 2,4 juta dari Kementerian UMKM jumlah pengusaha mikro justru naik drastis.
Dipaparkan oleh Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Kota Banjarbaru, Muhammad Rustam, ada sekitar 6 ribu lebih pelaku usaha mikro bertambah.
Dari data yang dimiliki pihaknya, awalnya jumlah pengusaha mikro berjumlah sekitar 9 ribu jenis usaha. Namun setelah dibukanya bansos katanya, kini total seluruh pengusaha mikro di Banjarbaru berdasarkan data yang masuk mengajukan bansos ada sekitar 16 ribu usaha.
“Dari usulan yang kita terima untuk menerima bansos kemarin, kebanyakan mengusulkan bergerak di bidang kuliner,” bebernya kepada Redaksi8.com pasca kegiatan penyerahan secara simbolis bantuan hibah peralatan dan bahan kepada kelompok dan pelaku usaha mikro se-Banjarbaru di Aula Gawi Kanor Setdako Banjarbaru, Kamis (17/12).

Ia melanjutkan, pertumbuhan usaha kuliner terpesat dalam beberapa bulan terakhir terjadi di daerah Balitan, Kecamatan Banjarbaru Utara. Walaupun, di Kecamatan lain sambungnya juga terjadi peningkatan tidak sebanyak di Balitan.
“Kita tetap akan support pengusaha-pengusaha mikro kita agar produknya bisa di pasarkan ke daerah lain hingga nasional,” tutupnya.
Sementara itu Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan menghimbau, seiring berkembangnya pengusaha mikro di masa pandemi covid-19, tetap harus menjaga kesehatan dengan mengedepankan protokol kesehatan.
“Jangan sampai pengusaha mikro kita yang baru memulai atau yang sudah lama justru terhenti sementara karena terkena covid-19,” tukasnya.
“Pasti itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kita yang sekarang sudah perlahan membaik. Itu juga akan berpengaruh terhadap PAD kita. Tetapa jaga kesehatan, PHBS tetap berlakukan dan kedepankan protokol kesehatan,” pungkasnya.



