REDAKSI8.COM – Dalam sehari, Polsek Martapura berhasil mengamankan dua pelaku pencurian dengan tempat yang berbeda. Rabu (16/9/2020). Kasus pencurian tersebut dilakukan oleh jalan Taruna Praja berupa handphone, sedangkan yang satunya pencurian sepeda di masjid Al Karomah Martapura.
Kapolsek Martapura, AKP Suroto melalui Kanit Reskrim Iptu B. Munthe membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan dua orang pelaku pencurian yang berbeda Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kita mengamankan dua pelaku pencurian dengan dua orang yang berbeda. Untuk pencurian handphone tempat kejadiannya berada di asrama karyawan roti agung Jalan Taruna Praja dan untuk pencurian sepeda itu lokasinya di masjid agung Al Karomah Martapura,” ujar Munthe.
“Untuk pencurian handphone, ada dua pelaku yang melancarkan aksinya pada sekitar mendekati salat magrib, Kemudian satu tersangka masuk ke dalam mess dan mengambil dua buah handphone milik korban, tersangka satunya menunggu di luar siap untuk kabur,” tambahnhya
Iptu B. Munthe menjelaskan bahwa tersangka tidak menyadari bahwa korban memergoki aksinya dan berhasil mengamankan pelaku yang bernama AM (19) warga Sungai Sipai dan langsung melaporkan kepada kami. Namun sayang rekanan pelaku berhasil kabur.
“Adapun untuk pelaku pencurian sepeda, kita telah menerima laporan bahwa masyarakat telah mengamankan satu orang yang tengah mencoba melakukan pencurian sepeda di Masjid Agung Al Karomah. Pada saat anggota mendatangi TKP, terduga sudah diamankan oleh masa yang mengenali pelaku saat melakukan aksinya beberapa saat lalu,” jelasnya.
“Untuk terduga pelaku yang diketahui bernama AR (22) tersebut melakukan aksinya sebanyak 13 kali dibeberapa tempat yang berbeda. Rahim melakukan aksinya di sekitaran Masjid Agung Alkaromah, Pondok Pesantren Darussalam, dan di sekitaran Tahfidz Tanjung Rema dan pelaku saat melakukan aksi, membawa sarung dan berpura-pura menjadi jamaah, saat pulang dia langsung membawa sepeda yang sudah diincarnya,” ungkap Munthe.
Dalam pengakuannya kepada aparat Kepolisian, Abdul Rahim menjual sepada hasil curian ke Daerah Banjarmasin dan Trikora Banjarbaru.



