REDAKSI8.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Banjar kembali menggelar Konferensi Pers melalui video conference bersama jurnalis di Command Center Barokah Martapura, Senin (18/5/2020).
Konferensi Pers ini dipimpin oleh Perwakilan Kepala Dinas KominfoStandi yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Eddy Elminsyah Jaya, turut hadir Sekda Banjar H. M. Hilman, Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, Kadinkes Kabupaten Banjar dr. Diauddin.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Banjar, dr. Diauddin menjelaskan tidak ada penambahan kasus positif, tetap 33 orang ( 21 dirawat, 7 sembuh dan 5 orang meninggal) ODP 87 orang, PDP 15 orang dan kontak erat resiko tinggi 139 orang.
“Selama Sabtu Minggu kemaren Dinkes sudah melalukan 721 Rapid Test kepada orang yang dicurigai, masih fokus kepada orang yang dicurigai seperti ODP, PDD dan kontak erat ditambah dengan keluarganya, dari 721 ditemukan 119 yang reaktif , Swab 91 orang dan ada beberapa orang menolak” .jelas dr. Diauddin.
Ditambahkannya akan ada rencana melakukan Rapid test lagi di Pasar Ahad Kertak Hanyar.
“Rencana Rabu akan melakukan Rapid Test di Pasar Ahad, karena hampir 50 persen di wilayah Kertak Hanyar yang di test hasilnya Reaktif”. tambahnya.
Sementara itu, Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto menjelaskan terkait jaring pengaman sosial, sampai saat ini bantuan dapat di distribusikan sesuai dengan mekanisme Muspika setempat, tidak ada laporan yang menonjol.
“Terkait pengamanan dari peraturan Bupati dalam pelaksanaan PSBB khususnya dalam kegiatan di dalam usaha yang masih diizinkan, dalam perjalanan tiga hari ini kita masih melaksanakan sosialisasi dan langkah-langkah kita masih terukur, dilihat dari tinjauannya di pasar, secara presentase sudah 80 persen sudah menggunakan masker”. ujarnya.
“Untuk ketaatan dan kepatuhan terhadap aturan dalam PSBB ini masih perlu ditingkatkan, karena kita lihat aturan yang sudah ada didalam peraturan Bupati bahwa unit -unit usaha yang diizinkan unruk beroperasi maksimal pada pukul 21.00 Wita, pada kenyataanya masih ditemukan pedagang masih banyak yang beroperasi, aturan itu untuk diaati bukan untuk ditentang, karena semua ini untuk kebaikan kita bersama”. jelas Siswo.
Kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker sudah tinggi hanya untuk Stay at home berada di rumah apabila tidak penting tidak usah keluar rumah masih banyak yang perlu disosialisasikan lagi, masih banyak warga yang tidak mau tau.
Dandim menegaskan, Keberhasilan dari PSBB ini tidak ditentukan dari Dinas kesehatan ataupun Satgas Pengamanan saja, tetapi yang lebih besar adalah kepedulian, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.
Sementara itu, Sekda Banjar HM Hilman menambahkan, Dinkes Kabupaten Banjar melakukan Tracking dan Tracing penyebaran Covid19 dengan melakukan tes secara masif dan massal.
“Dinas Kesehatan akan bekerja seoptimal mungkin untuk melakukan Tracking dan Tracing, sehingga gambaran bagaimana kondisi masyarakat kita dampaknya seperti apa dan pada akhir pelaksanaan PSBB akan kita dapatkan peta penyebaran Covid 19, masyarakat yang terpapar akan dipisahkan dari masyarakat lainnya dan akan kita lakukan penanganan sebagai bagian dari upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19”. ujarnya.
Target PSBB dibidang kesehatan akan memilih pasien yang positif dan memisahkannya, PSBB ini penting untuk tidak beraktifitas keluar rumah, jika masyarakat mendukung dalam 14 hari ini akan selesai, karena sudah memisahkan yang positif, selain itu yang paling penting juga dalam 14 hari ini diminta dukungan masyarakat untuk mempermudah dalam melakukan Tracking untuk tidak beraktifitas diluar rumah dan tidak berkerumun.
Dalam 14 hari ini jangan beranggapan kasus akan makin berkurang, tetapi dalam 14 hari ini akan ditemukan banyak yang reaktif karena dalm proses pencarian untuk memisahkan mana reaktif dan yang non reaktif, jadi jangan heran jika terjadi lonjakan kenaikan kasus pada saat diberlakukannya PSBB.



