REDAKSI8.COM – Agar dana tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Banjar melakukan Rapat Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP), Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kamis (19/03/2020) pagi di Mahligai Sultan Adam Martapura .
Rapat ini dibuka secara resmi oleh Bupati Banjar H. Khalilurrahman, turut hadir dalam rapat ini Sekda Banjar H. M. Hilman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rusdi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pribadi Heru Jaya, para Kepala SKPD Banjar yang tergabung dalam Tim Fasilitasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, perwakilan perusahaan di Kabupaten Banjar dan tamu undangan lainnya.

Bupati Banjar H. Khalilurrahman yang akrab disapa Guru Khalil dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi dilaksanakan rapat Forum Tanggungjawab Sosial (TSP), Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang merupakan investasi bagi perusahaan.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banjar Pribadi Heru mengatakan bahwa hari ini rapat evaluasi CSR yang sudah dibentuk, tetapi tidak jalan, maka tadi telah disepakati membentuk baru dengan Surat Keterangan yang baru agar lebih efektif. karena CSR ini sangat bermanfaat apabila disinergikan dengan kepentingan pembangunan Daerah.
“Selama ini perusahaan bergerak sendiri saja menggunakan CSR, tadi sudah bagus jelaskan bahwa pemerintah daerah ini juga harus didukung oleh CSR dalam pembangunan karena kita kekurangan dana,” tambahnya
Pribadi Heru Jaya yang juga merupakan ketua Partai PKB Kabupaten Banjar juga mengharapkan agar CSR tersebut harus dimanfaatkan karena dana CSR ini ada di perusahaan, kalau perusahaan menjalankan sendiri mungkin titik tertentu saja yang mendapatkan manfaat, tapi kalau bekerja sama dengan pemerintah daerah, merek punya peta yang jelas tentang sisi prioritas dan kekurangan dan yang mana yang harus bisa kita manfaatkan dengan dana CSR.
“Kalau ini berjalan, insyaallah keterlibatan perusahaan terhadap pembangunan di kabupaten Banjar semakin jelas manfaatnya, ini yang kita harapkan karena CSR ini di perusahaan perusahaan pemerintah, itu bukan lagi menjadi bagian beban, tapi itu menjadi bagian anggaran perusahaan, kalau dulu kan ada persentasi, 2% untuk perusahaan pemerintah, sekarang itu dimasukkan dalam biaya, kalau dulu kita nggak tahu berapa dia keluarkan CSR, sekarang sudah jelas itu bagian biaya dari perusahaan untuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak.



