REDAKSI8.COM – Terkait persoalan virus DBD yang dalam beberapa pekan ini meresahkan warga Kota Banjarbaru, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengajak, kepada seluruh tenaga pendidik dan warga sekolah se-Kota Banjarbaru untuk menggalang aksi bersih-bersih lingkungan sekolah guna mencegah terjadinya penambahan kasus DBD.
Aksi tersebut katanya, akan di gelar pada Jumat (28/2) di masing-masing sekolah dasar hingga menengah atas. Lantaran menurutnya, sampai saat ini virus yang sempat meresahkan lingkungan sekolah itu harus secepatnya di cegah.
Sebanyak 30% penduduk Banjarbaru ungkap Nadjmi Adhani, saat pagi hari berada dilingkungan sekolah. Dari belasan kasus, yang berpotensi terserang DBD ialah anak-anak hingga remaja.
Dengan demikian, Pria yang akrab disapa Nadjmi itu menginginkan, mulai dari sekarang sampai fase pancaroba ini selesai, tenaga pendidik terus mengulang-ulang memberikan pemahaman mengenai bahayanya membiarkan adanya genangan air atau penumpukan di lingkungan sekolah.
“Saya mengajak kepada seluruh sekolah di Kota Banjarbaru menggalng aksi bersih-bersih,” himbaunya saat di Aula Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru dalam rangka kunjungan kerja, Rabu (26/2).
Selain itu Ia juga menambahkan, jangan sampai perilaku hidup bersih hanya di galang di sekolah-sekolah, tapi juga di rumah masing-masing siswa siswi di sekolah.
“Jangan hanya muridnya, nanti para tenaga pendidik juga mengarahkan muridnya, supaya mereka juga memberlakukan perilaku hidup bersih di lingkungan sekitar rumahnya. Kalau bisa apa yang nanti disampaikan disekolah di wajibkan untuk disampaikan juga kepada orang tua murid,” tuturnya.
Selain DBD, kasus kesehatan yang tengah viral dalam sepekan terkahir yakni Hepatitis juga menjadi perhatian Nadjmi Adhani. Ia juga berpesan, para siswa siswi menjaga makanan yang dikonsumsi, jangan jajan sembarangan dan minum di wadah yang sama secara bergantian.
“Karena hepatitis juga dapat menukar ditempat yang tersentuh langsung oleh si penderita, seperti gelas dan piring,” ucapnya.



