REDAKSI8.COM – Dalam kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani menginginkan, para pejabat struktural lingkup Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk berperan aktif, dalam upaya meningkatkan pelayanan publik di dunia pendidikan.
Mengusung pelayanan berkarakter, Nadjmi Adhani mengajak, para pejabat yang berpengalaman di pemerintahan menyiapkan strategi pemetaan untuk menambah titik-titik lokasi pendidikan di Kota berjuluk Kota Pendidikan.
Lantaran baginya, 5 tahun yang akan datang kebutuhan pendidikan di Kota Idaman itu diperkirakan akan mengalami lonjakan.
“5600 hektar lahan di Aerocity sudah kami petakan dan siapkan untuk kebutuhan pendidikan. Bersama Bappeda anggarannya sudah disiapkan,” ungkapnya, di Aula Dinas Pendidikan Kota Banjabaru, Senin (26/2).
Jika hal tersebut masih belum bisa di maksimalkan, menurutnya pelayanan publik di Kota Banjarbaru tidak jauh berbeda dengan Kabupaten/ Kota yang lain, khususnya pelayanan pendidikan.
“Ketika kita sudah mencanangkan Kota Banjarbaru sebagai kota pelayanan berkarakter, maka pelayanan kita harus lebih dari orang lain,” ucapnya.
Melihat trend pertumbuhan penduduk Kota Banjarbaru tambahnya, sejajar dengan pertumbuhan kebutuhan pendidikan. Dibuktikan dengan jumlah penduduk yang saat ini sudah mencapai 250 ribu jiwa dari yang awalnya cuma 102 ribu jiwa di tahun 1999 sebelum ditetapkan menjadi daerah atonomi.
“Perkiraan kita nanti naik lagi menjadi 265 ribu jiwa setelah sensus tahun ini,” kata Nadjmi Adhani.
“Capatnya pertumbuhan seperti itu seharusnya kita bisa membaca kebutuhan pendidikan yang juga akan bertambah,” sambungnya.
Lebih jauh kepada Redaksi8.com, ada sekitar 180 warga banjarbaru yang saat ini bersekolah di luar wilayah Banjarbaru sendiri. Hal ini baginya merupakan sebuah PR yang mesti secepatnya dibenahi.
“Ada banyak komplek perumahan baru yang berdiri di wilayah landasan ulin. Disinilah seharusnya peran kita yang bergerak di bidang pendidikan untuk menyiapkan lahan pendidikan contohnya seperti paud. Karena biasanya penghuni perumahan diisi oleh keluarga baru yang anaknya kecil-kecil,” tukassnya.
“Inilah yang saya maksud salah satu kiat kita pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik di dunia pendidikan,” pungkasnya.



