Minggu, 16 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Mahasiswa Fakultas Perikanan ULM Kritisi Dosen “Main” Proyek, Lupa tugas Utama?

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
24 Februari 2020
A A
Mahasiswa Fakultas Perikanan ULM Kritisi Dosen “Main” Proyek, Lupa tugas Utama?
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM – Fenomena profesi dosen yang sudah lama menjadi perdebatan para mahasiswa seperti tak kunjung inkrah. Khususnya dosen yang kerap dinilai meninggalkan mata kuliahnya untuk mengejar sebuah proyek.

Bahkan sebagian kalangan mahasiswa ada yang berpendapat, belum dikatakan dosen jika belum mroyek. Tuturan keras itu tak sedikitpun mempengaruhi kinerja para dosen hampir diseluruh indonesia. Karena pada konteks ini tidak semua dosen mengerjakan proyek. Ada juga yang berjalan pada jalur seharusnya.

Menurut UU Sisdiknas Pasal 20 ayat 2 disebutkan bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. UU ini juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 60 tahun 1999 yang menyebutkan selain menyiapkan peserta didik untuk siap terjun kemayarakat sesuai bidangnya, Pendidikan Tinggi juga bertujuan untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.

Atas dasar itulah apa yang disampaikan dosen di kelas juga harus diterapkan di masyarakat sebagai aplikasi dari ilmu yang dimiliki oleh dosen.

LihatJuga :

Langkah Maju PSDKU Balangan, Evaluasi Lapangan Usulan Prodi Teknik Mesin dan Peternakan Digelar

Kodim 1006/Banjar Hadiri Pembukaan Kursus Dinas Staf Menwa di ULM

Sumber Ekonomi Baru, ULM dan Warga Kotabaru Kembangkan Budidaya-Wisata Lewat Mongrove

ULM Siap Berkiprah di Kanca Dunia Lewat Lahan Mangrove Tahun 2027

Perlu diingat juga, dalam PP tersebut disebutkan pula bahwa dosen merupakan tenaga pendidik atau kependidikan pada perguruan tinggi yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar.

Dalam perspektif peran perguruan tinggi disebutkan bahwa pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dosen harus memberikan kontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu dosen harus selalu keep in touch dengan problem riil yang dihadapi masyarakat.

Dari segi pendanaan, perguruan tinggi juga dituntut untuk dapat memberdayakan segala yang ada agar dapat menutupi kekurangan biaya pendidikan yang selama ini didapat dari pemerintah dan orangtua mahasiswa. Untuk itulah sebuah proyek diperlukan.

Dari poin-poin di atas, banyak hal-hal yang disayangkan. Selama ini kebanyakan dosen mroyek tidak sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan sebelumnya.

Beberapa dosen yang memanfaatkan kesempatan mroyek untuk menambah penghasilan mereka. Padahal seharusnya mereka mroyek untuk pengaplikasian ilmunya ataupun untuk pengembangan-pengembangan teknologi melalui proyek-proyek riset yang ada.

Selain itu, dengan proyek-proyek yang menyibukkan dosen seringkali menyebabkan terbengkalainya jam belajar mahasiswa.

Bukan hanya materi mata kuliah yang tersampaikan secara tidak maksimal kepada mahasiswa, tetapi juga banyak waktu yang tersia-siakan.

Bahkan yang lebih menjengkelkan bagi mahasiswa ialah adanya jam pengganti sebagai konsekuensi ketidakhadiran dosen.

Dikutip dari its.ac.id/news, dari perspektif mahasiswa secara umum, sebenarnya dosen yang dinginkan adalah dosen yang rajin mengajar dan mampu mentransfer ilmu dengan baik.

Selain itu, mahasiswa juga menginginkan dosen mudah ditemui saat akan konsultasi atau asistensi. Kondisi inilah yang jarang dirasakan jika dosen mroyek.

Namun ada keuntungan yang diinginkan dan juga diharapkan dari seorang dosen yang mroyek, yakni informasi-informasi baru yang didapat dari proyek dimana itu dapat menjadi tambahan ilmu bagi mahasiswa.

Tidak hanya itu, biasanya mahasiswa akan lebih mudah memahami suatu materi dengan penjelasan langsung kondisi lapangan yang mana hal tersebut akan didapat salah satunya dengan dosen mroyek.

Namun, bagaimanapun juga tugas utama dosen adalah mengajar dan tidak boleh menelantarakan mahasiswanya. Lalu bagaimana pendapat anda dengan fenomena ini?

Menurut sudut pandang Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru Kalimantan Selatan, Rico, dosen yang mroyek itu salah. Lantaran dosen tersebut selain mendapatkan mandat oleh pemerintah untuk memberikan ilmunya kepada para mahasiswa, tapi juga acap kali membatalkan jadwal perkuliahan yang sudah dijadwalkan oleh kampusnya.

“Apalagi kalau hari Senin sampai Jumat, itu kan hak kami. Saya Kuliah Bayar,” ujarnya saat diwawancara melalui via whatsapp, Jumat (21/2).

Akan tetapi tambahnya, jika tujuan proyek untuk membantu keperluan finansial si mahasiswa, bahkan memberikan pengalaman kerja sebelum memasuki fase sebagai sarjana strata 1 Rico sangatlah mendukung.

Namun pada kenyataannya, kerap sang dosen mengajak mahasiswa yang dianggap memiliki kemampuan lebih dan dekat saja, kulifikasinya masih belum merata.

“Kalau saya ga papa ga diajak, karena mungkin skill saya di jurusan saya kuliah masih kurang,” ungkapnya.

“Dikampus saya ada beberapa dosen yang mroyek,” tandas Rico.

Share46Tweet29Send

Related Posts

Kotabaru Diterangi Pawai Obor, Pesan Perjuangan Pahlawan Kembali Menggema

Kotabaru Diterangi Pawai Obor, Pesan Perjuangan Pahlawan Kembali Menggema

by Gilang Romadhon
16 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, KOTABARU — Suasana malam di Kabupaten Kotabaru dipenuhi semangat nasionalisme. Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Upacara Taptu berupa pawai obor...

Haji Isam Dikabarkan Incar 62,2 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)

Haji Isam Dikabarkan Incar 62,2 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)

by angga sasmita
16 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, KALSEL – Peta persaingan industri batu bara nasional berpotensi mengalami perubahan besar. Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad...

Dua Mahasiswi Farmasi ULM Sabet Juara 1 Poster Ilmiah Internasional

Dua Mahasiswi Farmasi ULM Sabet Juara 1 Poster Ilmiah Internasional

by Ramadhani MTD.
16 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dua mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Inatsa Dwi Tatsbita dan Aisyiyah Nurul Hidayat telah...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In