REDAKSI8.COM – Terkait kenaikan harga gula di pasaran, khususnya pasar Bauntung Kota Banjarbaru, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru, Anshori memberikan komentar.
Katanya, pihaknya akan mengkoordinasikan permasalahan tersebut terlebih dahulu, kepada Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan dan Bulog Kalsel.
Jika tanggapan positif naik, dan kenaikan harga gula menjadi permasalahan di seluruh banua Kalsel bahkan Nasional, maka pihaknya akan menggelar rapat akbar bersama pemerintah provinsi, untuk memutuskan suatu kebijakan demi menstabilkan persoalan harga sembako di pasaran.

“Kami akan melapor dulu. Jika memang terjadi kenaikan, maka kami dan disperindag provinsi serta bulog akan melakukan rapat koordinasi,” jawabnya saat ditemui di ruangannya, Senin (17/2).
Bagi Anshori, kenaikan harga gula yang mencapai 10% sampai 13% itu masih normal. Tidak perlu melakukan koordinasi ujarnya, dinamika harga seperti itu biasanya tidak berlangsung lama.
“Kalau naiknya mencapai 100% maka itu harus secepatnya kita lakukan tindakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Provinsi Kalimantan Selatan, Dina menjawab, akan terus melakukan monitoring harga gula pasir dan mengkoordinasikannya kepada pemerintah pusat.
“Karena Gabah Kering Panen (GKP<-red) ini ada harga eceran tertinggi yang harus selalu kita ikuti,” bebernya kepada redaksi8.com
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun redaksi8.com, rincian harga beli distributor Kalimantan Selatan ke perusahaan gula pasir di wilayah pulau Jawa diantaranya, KBA = 12.850 rupiah/kg, WL = 12.800 rupiah/kg, REJOSO MERAH = 12.700 rupiah/kg, KTM = 12.750 rupiah/kg dan KBB = 12.850 rupiah/kg.
“Itu belum termasuk biaya oprasionalnya. Jika di jumlah menjadi 13 ribuan perkilogramnya,” tandas Dina.
Dikutip dari bumn.go.id, harga gula kontrak berjangka Maret 2020 di bursa ICE New York bergerak naik pada Senin (10/02) masih terpicu sentimen penurunan produksi gula di Thailand.
Analis Green Pool, dalam sebuah laporan yang diterima pada hari Senin, memangkas perkiraan untuk produksi gula Thailand tahun ini menjadi 9,55 juta ton, turun tajam dari musim lalu 14,57 juta ton.
Penurunan tajam dalam produksi di Thailand telah mendorong harga gula ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun dan indikasi awal untuk tahun depan menunjukkan kemungkinan panen yang buruk, kata para peserta konferensi gula di Dubai.
Kekeringan dan harga tebu yang rendah telah berkontribusi pada penurunan produksi Thailand, eksportir terbesar kedua di dunia setelah Brasil.
Terpantau harga kontrak berjangka Maret 2020 di bursa ICE New York bergerak naik 0,34% pada 14.97.
Namun penurunan harga minyak mentah sore ini dan lemahnya permintaan China akibat wabah virus corona dapat membatasi kenaikan harga gula.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan, harga gula berpotensi naik terpicu penurunan produksi gula di Thailand.
Namun kenaikan tersebut bisa dibatasi penurunan harga minyak dan pelemahan permintaan China akibat wabah virus corona. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 15.08-15.17. Namun jika turun akan bergerak dalam kisaran Support 14.88-14.71.



