REDAKSI8.COM – Kabupaten Banjar memiliki potensi pengembangan aneka rempah dan biofarmaka yang terpusat di Kecamatan Sungai Pinang dan Pengaron, Kalimantan Selatan.
Selama ini petani di kecamatan tersebut membudidayakan secara swadaya dan sudah turun menurun sejak puluhan tahun yang lalu, karena permintaan komoditas hortikultura tersebut untuk bumbu dapur, kesehatan dan kecantikan.
Keinginan pemerintah daerah Kabupaten Banjar untuk memaksimalkan potensi alam yang berlimpah, ditindak lanjuti oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupate Banjar dengan kegiatan pelatihan pengolahan komoditas hortikultura menjadi Massage oil berbahan rempah atau tanaman biofarmaka yang dalam kesempatan ini jahe dan kencur.
potensi kedua tanaman ini di Kecamatan Sungai Pinang sangat melimpah sehingga perlu strategi untuk mengatasi harga anjlok ketika panen berlimpah.
Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Kamis (11/7/2019) yang bertempat Pos Penyuluahn Pertanian Kecamatan Sungai Pinang, acara tersebut dibuka langsung oleh Kabid Teknologi Pertanian Pengolahan dan Pemasaran, Ir. Hj. Candra Dewi.
Dalam sambutannya, Candra mengatakan tujuan utama acara ini untuk meningkatkan kemampuan petani dalam penanganan pasca panen komdoitas hortikultura khususnta tanaman biofarmaka, selain itu pelatihan ini untuk mempercepat penyebaran informasi teknologi pasca panen, dan yang paling utama untuk mewujudkan desa percontohan one village one product (satu desa satu produk unggulan),”
“Pelatihan ini di ikuti oleh 25 petani milenial yang berasal dari 6 Desa di Kecamatann Sungai Pinang yakni Desa Kahelaan, Sumber Baru, Rantau Nangka, Sumber Harapan, Belimbing Lama, dan Belimbing Baru. Petani milenial disini adalah petani yang berusia muda antara 19 – 39 tahun atau yang berjiwa milenial yang adaptif dalam pemahaman teknologi digital, sehingga tidak kaku dalam melakukan mengadopsi teknologi,” ujar Ida Fitriani selaku Kepala Seksi Pembinaan Mutu Pengolahan dan Pemasaran Dinas TPH Kabupaten Banjar.
Ida mengatakan, kami beberapa bulan yang lalu sudah berhasil memproduksi massage oil berbahan bunga melati, mawar, dan kenanga,”
“Melihat potensi kencur dan jahe yang melimpah di kecamatan Sungai Pinang Ini saya berinovasi kembali untuk membuat massage oil berbahan biofarmaka yang dalam hal ini kencur dan jahe. Pada pelatihan ini kami meminta Nana Faridah selaku praktisi dalam pembuatan produk-produk herbal, Narasumber kami ini juga sering mengikuti pelatihan pengolahan hasil pertanian yang dia ikuti baik didalam maupun luar negeri,” jelas Ida.
Ditempat yang berbeda, Kepala Dinas TPH Kabupaten Banjar H. Muhammad Fachry ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya melalui bidang Teknologi Pertanian Pengolahan dan pemasaran melakukan pelatihan kepada petani milenial di kecamatann Sungai Pinang dalam pengolahan komoditas hortikultura golongan biofarmaka ini,”

“Karena dilihat dari peluang potensi bisnis, pengolahan message oil berbahan rempah atau tanaman biofarmaka memiliki nilai ekonomi yang cukup besar karena hampir digunakan semua orang untuk kesehatan, spa, dan relaksasi serta untuk kebutuhan pribadi keluarga,” ujar Fachry
“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan tersebut petani dapat meningkat keterampilannya dalam usaha pengolahan hasil pertanian agar diterima oleh pasar, dan dapat memperpanjang daya simpan, mempertahankan kesegaran serta dapat dijadikan alternative ketika harga produk segarnya anjlok saat panen berlimpah,” tandas Fachry



