REDAKSI8.COM – Mudik menjadi salah satu ‘tradisi’ masyarakat di Indonesia menjelang hari raya Idul Fitri atau lebaran, untuk melepas rasa rindu terhadap keluarga atau kampung halaman.
Seperti yang dilakukan oleh Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru, Ahmad Syarief Nizami beserta keluarga kecilnya baru baru tadi.

Nizam (sapaan akrab Ahmad Syarief Nizami) beserta anak dan istrinya, mudik ke kampung halamannya di Desa Baliuk Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
“Kami mudik ke rumah mama (ibu), lalu lanjut ke rumah almarhum dan almarhumah kakek dan nenek di Desa Baliuk Marabahan, tepatnya di Pesisir Sungai Barito,” ujar Nizam.
Selain bersilaturahmi dan temu kangen dengan keluarga di sana, ternyata ada hal lain yang membuat Nizam rindu dengan kampung halamannya. “Suasana kekerabatan di desa itu yang ngangenin, selain view Sungai Baritonya,” ucapnya.

Legenda sepakbola dari Klub Diva Banjarbaru ini menambahkan, hal menarik lainnya yang ada di kampung halamannya adalah orang Baliuk rata-rata terkenal sebagai orang (masyarakat) yang pandai bercerita.
“Mengasyikkan, kadang sedikit dengan metapora, tapi lebih banyak tentang legenda dan kebaikan para pendahulu,” ungkapnya.
Nizam bercerita, semasa kecilnya dulu ia dan teman-temannya sering memainkan permainan tradisional. Namun yang paling asyik katanya, adalah berenang dan bermain air.
“Kalau istilah kami dulu adalah ‘balumba’, mengejar ombak atau gelombang yang datang ke kami. Bahagia sekali, mengenang semua keceriaan tanpa kemunafikan dari masa kecil yang indah,” kenang pria yang pernah menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol dan Kabag Umum Setdako Banjarbaru ini.
Menurut Nizam, hal yang paling menonjol di kampung halamannya adalah Keramah-tamahan kepada orang lain, tidak ada maksud tersembunyi selain memang suka memuliakan tamu.
“Baliuk adalah desa kecil yang hanya bisa membuat orang lain kangen akan dia, karena ini adalah kampung para Baliukers,” tutup Nizam sembari tertawa kecil.



