REDAKSI8.COM, JAKARTA – Suasana tenang Sabtu (3/10/2026) dini hari di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendadak pecah oleh deru ledakan petasan dan kembang api yang membumbung tinggi.
Kegiatan keagamaan yang semestinya berlangsung khidmat justru menyisakan ketegangan warga setelah atraksi kembang api berdurasi setengah jam, mulai pukul 00.30 hingga 01.00 WIB, mengguncang permukiman setempat dan mengusik waktu istirahat warga.

Dentuman keras yang merambat hingga radius ratusan meter itu memancing kepanikan, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak kecil.
Tak tahan dengan kebisingan yang menggelegar di tengah malam, seorang ibu yang bermukim sekitar 400 meter dari lokasi memberanikan diri mendatangi panitia.
Kedatangannya dipicu oleh kondisi anak-anak di sekitar permukiman yang terbangun dan menangis ketakutan, termasuk seorang anak berkebutuhan khusus yang mengalami trauma akibat rentetan suara ledakan tersebut.
Itikad baik untuk menegur secara baik-baik justru berujung dramatis.
Kendati perwakilan panitia sempat menyampaikan permohonan maaf, tensi di lokasi mendadak melonjak ketika beberapa oknum di area acara malah merespons dengan nada menantang.
Perselisihan verbal tersebut dengan cepat memanas hingga memicu gesekan fisik, sebelum akhirnya berhasil dilerai oleh orang-orang di sekitar lokasi.
Sementara percekcokan berlanjut, beberapa warga lain yang menghuni kawasan sekitar memilih untuk tetap berada di jarak aman sambil mengabadikan momen pesta kembang api tersebut melalui rekaman ponsel.
Insiden itu memantik evaluasi mendalam dari masyarakat setempat terkait etika penyelenggaraan acara di kawasan padat hunian.
Warga mendesak setiap penyelenggara kegiatan agar lebih bijak dan berempati terhadap kenyamanan lingkungan, terutama dengan tidak menyalakan kembang api berdaya ledak tinggi pada jam istirahat malam.

