REDAKSI8.COM, BANJAR — Ketika kemarau panjang mulai membuat air bersih semakin sulit diperoleh, kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat menjadi sangat berarti.
Kondisi tersebut mendorong Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral Batubara (Aspebindo) Kalimantan Selatan, Aji Mashudi, S.Ap., turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Kaliukan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.
Bantuan ini menjadi bagian dari kepedulian Aspebindo bersama BPD HIPMI Kalimantan Selatan terhadap masyarakat yang terdampak keterbatasan pasokan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
Tak hanya menyasar kebutuhan rumah tangga, distribusi air bersih juga diberikan kepada warga yang tengah melaksanakan hajatan perkawinan di Desa Kaliukan.
Bagi warga yang sedang menggelar hajatan, ketersediaan air merupakan kebutuhan penting untuk berbagai keperluan. Karena itu, bantuan tersebut dinilai sangat membantu di tengah kondisi sumber air yang mulai terbatas.
Dalam kegiatan tersebut, Aji Mashudi tidak hanya datang menyerahkan bantuan. Ia juga menyempatkan diri bersilaturahmi, berdialog dan mendengarkan langsung kondisi masyarakat.
Aji mengatakan, untuk penyaluran kali ini pihaknya mengerahkan tiga unit kendaraan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga.

“Hari ini kami menyalurkan bantuan air bersih di wilayah Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Ada tiga unit yang kami turunkan, terdiri dari dua mobil tangki dan satu mobil pickup, termasuk tandun beserta isinya,” ujar Aji.
Menurutnya, bantuan air bersih akan terus disalurkan secara bertahap ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Hal itu dilakukan karena kondisi kemarau yang terjadi saat ini cukup panjang dan berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat.
“Kami akan terus menyalurkan ke beberapa titik kepada masyarakat yang memang sangat membutuhkan. Kondisi alam saat ini luar biasa, kemarau cukup ekstrem dan panjang,” katanya.
Aji menegaskan, Desa Kaliukan bukan menjadi satu-satunya lokasi yang menjadi sasaran bantuan. Pihaknya juga mulai memetakan sejumlah daerah lain yang mengalami dampak kekeringan.
Beberapa wilayah di Kabupaten Banjar hingga kawasan Banjarbaru, Pengaron dan Mataraman, disebut mulai dikomunikasikan untuk menjadi titik penyaluran berikutnya.
“Insyaallah akan kami salurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan. Beberapa titik sudah mulai kami komunikasikan dengan teman-teman,” jelasnya.


Aji yang juga menjabat sebagai Bendaha Umum HIPMI Kalimantan Selatan menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat gotong royong dunia usaha dalam membantu masyarakat.
Menurutnya, kepedulian sosial tidak harus selalu diwujudkan melalui program besar. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, hadir memberikan bantuan secara langsung menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat dirasakan manfaatnya.
“Kami sebagai pengusaha percaya, apa yang kami tabur insyaallah akan kami tuai. Jadi kegiatan pembagian air bersih ini tidak terlepas dari peran para pengusaha yang ada di Aspebindo dan BPD HIPMI Kalimantan Selatan,” tuturnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat, khususnya warga yang harus menghadapi keterbatasan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Doakan kami, mudah-mudahan bisa terus berkontribusi membantu masyarakat yang memang sangat membutuhkan,” pungkasnya.
Penyaluran air bersih tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dunia usaha dapat mengambil peran dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang.

Di tengah semakin terbatasnya sumber air, bantuan yang datang langsung ke permukiman warga bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penguat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

