REDAKSI8.COM, BANJAR — Inovasi pengembangan kampung budidaya ikan papuyu berhasil mengantarkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar meraih Juara I Kompetisi INTAN BANJAR (Inovasi Tangguh dan Andalan Kabupaten Banjar) Tahun 2026 kategori ASN/SKPD.
Penghargaan tersebut diberikan kepada inovator Bandi Chairullah, Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, melalui inovasi INTAN SIKAPAYU (Inovasi Tangguh Sinergis Kampung Papuyu).
Penyerahan penghargaan berlangsung usai Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Banjar, Kamis (1/10/2026).
Penghargaan diserahkan langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, didampingi Kepala Bapperida Kabupaten Banjar, Hj Anna Rosida Santi.
Bagi Bandi, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi dorongan untuk terus mengembangkan potensi perikanan lokal, khususnya ikan papuyu yang semakin banyak dibudidayakan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini ulun (saya) mendapatkan penghargaan Kompetisi INTAN BANJAR dengan inovasi INTAN SIKAPAYU yang ada di DKPP Kabupaten Banjar,” ujar Bandi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim DKPP yang turut bekerja keras dalam merancang dan mengembangkan inovasi tersebut.
Menurutnya, meski proses pengembangan inovasi dilakukan dalam waktu relatif singkat, INTAN SIKAPAYU membutuhkan keberlanjutan karena menyangkut pengembangan potensi ekonomi masyarakat perdesaan.
Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan kelompok pembudidaya ikan papuyu di Kabupaten Banjar.
“Sekarang pembudidaya papuyu terus berkembang. Hingga 2026, sudah ada 22 kelompok yang berkembang, yang awalnya hanya dua kelompok,” ungkapnya.
Ke depan, DKPP menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 35 kelompok pembudidaya.
Bandi menilai pengembangan budidaya papuyu tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi perikanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan potensi lokal Kabupaten Banjar.
“Ke depan, kita akan terus mengembangkan sehingga bisa mencapai 35 kelompok. Dengan potensi lokal ini, kita akan terus menjaga kelestariannya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Banjar, Anna Rosida Santi, mengatakan Kompetisi INTAN BANJAR 2026 merupakan wadah untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi di lingkungan pemerintah maupun masyarakat.
Kompetisi tahun ini terbagi dalam dua kategori, yakni ASN/SKPD dan Umum/Masyarakat. Berbagai tahapan telah dilaksanakan sejak Agustus 2026, mulai dari proses pengajuan hingga penjurian. Dalam proses penilaian, Bapperida melibatkan sejumlah pihak yang dinilai memiliki kompetensi di bidangnya.
“Untuk penjurian, kami melibatkan orang-orang yang berkompeten, baik dari Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Banjar, Bapperida, maupun dari kementerian,” kata Anna.
Ia menjelaskan, inovasi yang lahir melalui kompetisi tersebut juga dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Banjar dalam mengikuti Innovative Government Award (IGA).
Tahun ini, lebih dari 50 inovasi ikut berkompetisi. Bapperida berharap jumlah tersebut terus meningkat pada penyelenggaraan tahun berikutnya.
“Mudah-mudahan tahun depan pesertanya bisa bertambah, baik dari SKPD maupun masyarakat,” harapnya.
Anna menegaskan, inovasi pada dasarnya bukan sekadar mengejar penghargaan. Inovasi diharapkan mampu memberikan solusi konkret terhadap pekerjaan pemerintahan maupun persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Inovasi itu bukan untuk mempersulit kita, tetapi justru untuk mempermudah pekerjaan,” tegasnya.
Kategori ASN/SKPD:
Juara I diraih Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan melalui inovasi INTAN SIKAPAYU (Inovasi Tangguh Sinergis Kampung Papuyu) yang diinisiasi Bandi Chairullah.
Pemenang memperoleh plakat, sertifikat, uang pembinaan Rp10 juta, serta tambahan TPP sebesar 50 persen selama satu bulan.
Juara II diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melalui inovasi DESAKU PELANDUK MANIS (Pelayanan Administrasi Kependudukan di Desa) dengan inovator Hayatun Nupus.
Penghargaan berupa uang pembinaan Rp8 juta dan tambahan TPP 50 persen selama satu bulan.
Juara III diraih RSUD Ratu Zalecha melalui inovasi LAKASI RAZA (Layanan Penanganan Kusta Terintegrasi RSUD Ratu Zalecha) dengan inovator dr. Eka Listyrini.
Pemenang memperoleh uang pembinaan Rp6 juta dan tambahan TPP 50 persen selama satu bulan.
Sementara itu, pada kategori Umum/Masyarakat, Juara I diraih Pajrul Ripani melalui inovasi DESA BANGKIT (Transformasi Lahan Bekas Tambang Menjadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Wisata) bidang pariwisata, dengan hadiah Rp5 juta.
Juara II diraih Tien Zubaidah melalui inovasi SABANA GEN_3 (Sistem Penyediaan Air Bersih Berbasis Filtrasi) bidang kesehatan, dengan hadiah Rp3,5 juta.
Juara III diraih Aida Mayasari melalui inovasi GROWNEST (Media Semai Tanam Langsung Berbasis Jerami Padi) bidang kehutanan dan lingkungan hidup, dengan hadiah Rp2 juta.
Sedangkan Harapan I diraih Miftah Sabila Azra melalui inovasi GARIS KARSA (Pemanfaatan Limbah Organik Menjadi Produk Bernilai) dengan hadiah Rp1 juta.
Harapan II diraih Tini/Siti Nurul Hidayah melalui inovasi BAMBULOOGY ECO KOMPO (Mini Kompo Berbasis Anyaman Bambu dan Limbah Plastik Keras) dengan hadiah Rp750 ribu.
Melalui Kompetisi INTAN BANJAR, Pemkab Banjar mendorong agar inovasi tidak berhenti pada seremoni dan penghargaan. Setiap inovasi diharapkan dapat terus dikembangkan, diterapkan secara nyata, serta memberi manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan tersebut diberikan kepada inovator Bandi Chairullah, Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, melalui inovasi INTAN SIKAPAYU (Inovasi Tangguh Sinergis Kampung Papuyu).
Penyerahan penghargaan berlangsung usai Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Banjar, Kamis (1/10/2026).
Penghargaan diserahkan langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, didampingi Kepala Bapperida Kabupaten Banjar, Hj Anna Rosida Santi.
Bagi Bandi, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi dorongan untuk terus mengembangkan potensi perikanan lokal, khususnya ikan papuyu yang semakin banyak dibudidayakan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini ulun (saya) mendapatkan penghargaan Kompetisi INTAN BANJAR dengan inovasi INTAN SIKAPAYU yang ada di DKPP Kabupaten Banjar,” ujar Bandi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim DKPP yang turut bekerja keras dalam merancang dan mengembangkan inovasi tersebut.
Menurutnya, meski proses pengembangan inovasi dilakukan dalam waktu relatif singkat, INTAN SIKAPAYU membutuhkan keberlanjutan karena menyangkut pengembangan potensi ekonomi masyarakat perdesaan.
Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan kelompok pembudidaya ikan papuyu di Kabupaten Banjar.
“Sekarang pembudidaya papuyu terus berkembang. Hingga 2026, sudah ada 22 kelompok yang berkembang, yang awalnya hanya dua kelompok,” ungkapnya.
Ke depan, DKPP menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 35 kelompok pembudidaya.
Bandi menilai pengembangan budidaya papuyu tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi perikanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan potensi lokal Kabupaten Banjar.
“Ke depan, kita akan terus mengembangkan sehingga bisa mencapai 35 kelompok. Dengan potensi lokal ini, kita akan terus menjaga kelestariannya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Banjar, Anna Rosida Santi, mengatakan Kompetisi INTAN BANJAR 2026 merupakan wadah untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi di lingkungan pemerintah maupun masyarakat.
Kompetisi tahun ini terbagi dalam dua kategori, yakni ASN/SKPD dan Umum/Masyarakat. Berbagai tahapan telah dilaksanakan sejak Agustus 2026, mulai dari proses pengajuan hingga penjurian. Dalam proses penilaian, Bapperida melibatkan sejumlah pihak yang dinilai memiliki kompetensi di bidangnya.
“Untuk penjurian, kami melibatkan orang-orang yang berkompeten, baik dari Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Banjar, Bapperida, maupun dari kementerian,” kata Anna.
Ia menjelaskan, inovasi yang lahir melalui kompetisi tersebut juga dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Banjar dalam mengikuti Innovative Government Award (IGA).
Tahun ini, lebih dari 50 inovasi ikut berkompetisi. Bapperida berharap jumlah tersebut terus meningkat pada penyelenggaraan tahun berikutnya.
“Mudah-mudahan tahun depan pesertanya bisa bertambah, baik dari SKPD maupun masyarakat,” harapnya.
Anna menegaskan, inovasi pada dasarnya bukan sekadar mengejar penghargaan. Inovasi diharapkan mampu memberikan solusi konkret terhadap pekerjaan pemerintahan maupun persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Inovasi itu bukan untuk mempersulit kita, tetapi justru untuk mempermudah pekerjaan,” tegasnya.
Kategori ASN/SKPD:
Juara I diraih Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan melalui inovasi INTAN SIKAPAYU (Inovasi Tangguh Sinergis Kampung Papuyu) yang diinisiasi Bandi Chairullah.
Pemenang memperoleh plakat, sertifikat, uang pembinaan Rp10 juta, serta tambahan TPP sebesar 50 persen selama satu bulan.
Juara II diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melalui inovasi DESAKU PELANDUK MANIS (Pelayanan Administrasi Kependudukan di Desa) dengan inovator Hayatun Nupus.
Penghargaan berupa uang pembinaan Rp8 juta dan tambahan TPP 50 persen selama satu bulan.
Juara III diraih RSUD Ratu Zalecha melalui inovasi LAKASI RAZA (Layanan Penanganan Kusta Terintegrasi RSUD Ratu Zalecha) dengan inovator dr. Eka Listyrini.
Pemenang memperoleh uang pembinaan Rp6 juta dan tambahan TPP 50 persen selama satu bulan.
Sementara itu, pada kategori Umum/Masyarakat, Juara I diraih Pajrul Ripani melalui inovasi DESA BANGKIT (Transformasi Lahan Bekas Tambang Menjadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Wisata) bidang pariwisata, dengan hadiah Rp5 juta.
Juara II diraih Tien Zubaidah melalui inovasi SABANA GEN_3 (Sistem Penyediaan Air Bersih Berbasis Filtrasi) bidang kesehatan, dengan hadiah Rp3,5 juta.
Juara III diraih Aida Mayasari melalui inovasi GROWNEST (Media Semai Tanam Langsung Berbasis Jerami Padi) bidang kehutanan dan lingkungan hidup, dengan hadiah Rp2 juta.
Sedangkan Harapan I diraih Miftah Sabila Azra melalui inovasi GARIS KARSA (Pemanfaatan Limbah Organik Menjadi Produk Bernilai) dengan hadiah Rp1 juta.
Harapan II diraih Tini/Siti Nurul Hidayah melalui inovasi BAMBULOOGY ECO KOMPO (Mini Kompo Berbasis Anyaman Bambu dan Limbah Plastik Keras) dengan hadiah Rp750 ribu.
Melalui Kompetisi INTAN BANJAR, Pemkab Banjar mendorong agar inovasi tidak berhenti pada seremoni dan penghargaan. Setiap inovasi diharapkan dapat terus dikembangkan, diterapkan secara nyata, serta memberi manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

