REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak hanya membahayakan lingkungan dan kualitas udara. Bagi PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar, kobaran api yang merambah kawasan gambut juga menjadi ancaman serius terhadap jaringan pipa distribusi air bersih.
Kondisi tersebut membuat PTAM Intan Banjar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi yang memiliki cukup banyak jaringan pipa distribusi dan melintasi lahan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau.
Tak ingin mengambil risiko, perusahaan menerapkan sistem siaga dan pengamanan secara bergiliran. Sekitar 30 personel dikerahkan setiap hari untuk memantau kondisi lapangan dan memastikan api tidak mendekati fasilitas vital perusahaan.
Menariknya, tugas siaga tersebut tidak hanya dilakukan petugas teknis. Sejumlah karyawan dari berbagai bagian, bahkan pejabat struktural PTAM Intan Banjar, ikut turun langsung berjaga di posko Karhutla.
Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, mengatakan pemantauan dilakukan terutama terhadap titik-titik api yang berada di sekitar atau mulai mendekati jalur jaringan pipa.
“Petugas kami tugaskan untuk memantau titik-titik api yang mendekati jalur pipa milik PTAM Intan Banjar,” ujar Mahyuni.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah kerusakan jaringan yang dapat berimbas terhadap kelancaran distribusi air bersih kepada pelanggan.
Kewaspadaan PTAM Intan Banjar bukan tanpa alasan. Kebakaran di kawasan gambut memiliki karakter berbeda karena api tidak selalu terlihat di permukaan.
Api dapat menjalar melalui lapisan gambut di bawah tanah dan berpotensi mencapai kawasan yang dilintasi jaringan pipa. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dapat mengancam infrastruktur distribusi air bersih.
Karena itu, ketika ditemukan titik api yang berpotensi mengarah ke jaringan perusahaan, PTAM Intan Banjar berkoordinasi dengan petugas penanganan Karhutla untuk melakukan pemadaman maupun pembasahan di sekitar area yang dinilai rawan.
Langkah serupa juga telah dilakukan pada penanganan Karhutla sebelumnya, khususnya di wilayah Gambut.
Selain mengantisipasi api, petugas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan di sekitar jalur pipa agar potensi ancaman dapat diketahui lebih awal.
Keseriusan menghadapi ancaman Karhutla terlihat dari keterlibatan seluruh unsur di lingkungan PTAM Intan Banjar.
Tidak hanya petugas lapangan, karyawan dari berbagai bidang hingga pejabat struktural mendapatkan jadwal rolling untuk berjaga di posko.
Salah satunya Kepala Bagian Sekretariat, Teknologi Informasi (TI), dan Pengolahan Data PTAM Intan Banjar, M. Aulia Rahman, S.Kom.
Rahman mengatakan dirinya juga mendapat giliran untuk ikut siaga bersama karyawan lainnya.
“Kebetulan Kamis malam ini, malam Jumat ya. Kami ikut siaga di posko Karhutla. Kemudian Sabtu malam lagi jadwal kami,” ungkap Rahman.


Menurutnya, sistem tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan bersama. Dengan pola bergiliran, pengamanan fasilitas perusahaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas teknis, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur perusahaan.
“Jadi kita sama-sama siaga. Tidak hanya bagian tertentu saja yang berjaga,” ujarnya.
Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, sebelumnya menegaskan sekitar 30 personel diturunkan setiap hari sebagai bagian dari upaya mengantisipasi ancaman Karhutla terhadap sarana dan prasarana perusahaan.
Personel tersebut disiagakan dengan sistem bergiliran untuk melakukan pemantauan dan pengamanan, terutama di kawasan yang memiliki jaringan distribusi dan berdekatan dengan lahan rawan terbakar.
Di lapangan, PTAM Intan Banjar juga terus berkoordinasi dengan petugas penanganan Karhutla. Apabila ditemukan titik api yang mengancam fasilitas perusahaan, area di sekitar jaringan distribusi menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam upaya pemadaman dan pembasahan.
Sejauh ini, sarana dan prasarana PTAM Intan Banjar masih dapat diamankan. Namun kewaspadaan tetap diperketat karena kondisi Karhutla dapat berubah sewaktu-waktu, terutama ketika api bergerak mendekati jalur jaringan distribusi.
Bagi PTAM Intan Banjar, pengamanan pipa bukan sekadar menjaga aset perusahaan. Sebab, jaringan tersebut merupakan bagian penting dari sistem pelayanan air bersih masyarakat. Ketika pipa tetap aman, distribusi air kepada pelanggan pun diharapkan tetap berjalan normal.
Dengan demikian, di tengah ancaman Karhutla yang membakar kawasan gambut, para petugas, karyawan hingga pejabat PTAM Intan Banjar kini bergiliran menjaga satu hal penting: memastikan api tidak memutus aliran air bersih ke rumah-rumah pelanggan.

