REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Upaya menekan angka stunting serta membentuk karakter generasi muda sejak usia dini terus digenjot Pemerintah Kota Banjarbaru melalui intervensi langsung ke sekolah-sekolah.
Langkah konkret itu diwujudkan melalui safari pendidikan dan kesehatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarbaru sekaligus Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, di sejumlah satuan pendidikan anak usia dini wilayah Kecamatan Liang Anggang dan Landasan Ulin pada Senin (21/9/2026).

Fokus penanganan kesehatan anak menjadi sorotan utama dalam peninjauan di Taman Penitipan Anak (TPA) Pelita Insani, Kelurahan Landasan Ulin Timur.
Di lokasi tersebut, pemerintah daerah melakukan tindakan intervensi medis berupa pembagian Vitamin A dan obat cacing secara masif.
Langkah itu diambil guna memperkuat daya tahan tubuh tumbuh kembang anak sekaligus menjadi benteng utama dalam mencegah risiko stunting di Kota Banjarbaru.
Selain intervensi fisik dan gizi, penguatan layanan esensial juga menyasar Kelompok Belajar (KB) Shabwa Amanah di Kelurahan Landasan Ulin Utara melalui skema PAUD Holistik Integratif (PAUD HI).
Program terpadu itu menggabungkan aspek pendidikan, kecukupan gizi, hingga perlindungan anak secara menyeluruh.
Anak-anak diajak mempraktikkan edukasi hidup bersih seperti cara menggosok gigi yang benar, disertai imbauan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Ancaman kesehatan lingkungan seperti paparan asap kebakaran hutan juga tidak luput dari perhatian.
Saat membuka sosialisasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) di TK Negeri Pembina Kecamatan Liang Anggang, edukasi kesehatan disampaikan lewat metode bercerita interaktif mengenai bahaya asap dan pentingnya perlindungan diri.
Kegiatan di lokasi ini dirangkai dengan pembagian masker gratis kepada para murid untuk membiasakan pola hidup sehat sejak dini.
Rangkaian kunjungan edukatif tersebut kemudian dipungkas di TK Negeri Pembina Kecamatan Landasan Ulin dengan penekanan pada penciptaan lingkungan belajar yang ramah dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan (bullying).
Di hadapan para tenaga pendidik, ditegaskan pentingnya sinergi dan pengawasan melekat agar setiap sekolah mampu menjadi ruang tumbuh yang aman bagi anak-anak.
Ia mengimbau, pengawasan serta bimbingan dari guru dan orang tua senantiasa hadir dalam keseharian anak.
Menurutnya, setiap satuan pendidikan di Kota Banjarbaru harus menjadi rumah kedua yang membuat anak merasa terlindungi, dihargai, dan bahagia saat mengekspresikan diri.
Melalui integrasi program kesehatan, gizi, dan perlindungan lingkungan belajar ini, Pemko Banjarbaru terus memperkuat kolaborasi bersama para pendidik dan orang tua murid demi mencetak generasi emas daerah yang sehat, tangguh, serta berkarakter.

