REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Dihari kelima operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mulai mematangkan persiapan teknis pelaksanaan operasi pengangkatan kapal (salvage).
Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo menyatakan, pihaknya sudah mendiskusikan langkah-langkah strategis lanjutan bersama sejumlah unsur terkait.

Katanya, pergeseran perlengkapan teknis dari pihak pemilik kapal mulai dilakukan untuk mendukung kelancaran operasi salvage.
“Malam ini juga akan digeser perlengkapan-perlengkapan dari pihak owner, dalam hal ini untuk melaksanakan operasi salvage seperti yang saya sampaikan di awal,” ujar Yudhi saat memberikan keterangan pers di Posko SAR Nasional KM Virgo Transport 8, Kamis (17/9/2026) malam.
Diketahui, Operasi salvage merupakan serangkaian tindakan penyelamatan yang dilakukan terhadap kapal yang mengalami kecelakaan, tenggelam, terbalik, kandas, atau berada dalam keadaan bahaya di perairan.
Operasi tersebut mencakup tindakan teknis yang kompleks, mulai dari membalikkan posisi kapal, menyelam ke bagian bangkai kapal, mengakses bagian interior kapal, hingga menarik atau memindahkan struktur kapal yang berat menggunakan peralatan khusus bawah air.
Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan empati mendalam kepada pihak keluarga korban yang telah menanti kepastian hingga hari kelima operasi.
Pihak Basarnas memohon doa serta dukungan moral dari seluruh lapisan masyarakat agar operasi penyelamatan dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil yang optimal.
“Kami sangat berharap support, doa, dan dukungan dari rekan-rekan semua, termasuk juga khususnya kita bisa memahami kondisi keluarga korban yang saat ini juga sudah menunggu sampai dengan hari kelima ini. Harapan saya, kami, dan mungkin kita semua agar operasi salvage ini juga bisa berjalan dengan cepat,” tandasnya.
Sampai saat ini, tim SAR Gabungan belum menemukan korban KMP Virgo Transport 8 lain yang mengapung di atas permukaan perairan Laut Jawa..
Sementara, letak bangkai kapal sudah bergeser ke arah tenggara sejauh 453 meter dari posisi awal terbaik. Lalu, kondisi kapal dalam posisi tenggelam berada di kedalaman 21 meter.

