REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Kepala Cabang PT Virgo Banjarmasin, Dwi belum bisa memberikan komentar terkait dugaan terlambatnya sistem peringatan darurat pada detik-detik KMP Virgo Transport 8 menghadapi gelombang tinggi hingga menjelang terbalik.
Saat ditanya rekanan awak media mengenai persiapan kapal sebelum berangkat hingga sistem peringatan darurat, termasuk keterangan penumpang selamat yang mengaku tidak mendapat alarm bahaya ketika kondisi kapal dalam keadaan darurat, Dwi memilih tidak memberikan penjelasan.

“Untuk ini tidak ada mengeluarkan statement apa pun, Pak,” jawabnya saat konferensi pers Operasi Disaster Victim Identification (DVI) KM Virgo Transport 8 di RS Bhayangkara Banjarmasin, Selasa (15/9/2026) malam.
Perusahaan PT Virgo katanya tengah fokus pada penanganan korban terlebih dahulu.
“Mohon maaf dan juga turut berbelasungkawa terhadap korban atas terjadinya insiden kecelakaan di KM Virgo Transport 8,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh biaya penanganan jenazah hingga pemulangan ke daerah asal korban akan ditanggung perusahaan.
“Seluruh biaya penanganan jenazah hingga pengantaran ke kampung halaman akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan,” bebernya.
Diketahui, informasi peringatan darurat atau alarm Kapal Virgo Transport 8 yang diduga terlambat berbunyi dituturkan langsung oleh salah satu penumpang yang merupakan sopir ekspedisi asal Palangkaraya, Agus.
Agus mengaku, pada detik-detik sebelum hingga menjelang kapal terbalik, tidak ada siaran peringatan darurat dari pihak kapal.
Semua penumpang hanya panik untuk bisa menyelematkan diri.
“Waktu saya bangun itu tidak ada. Cuman dengar dari teman-teman bahwa kapal miring,” katanya, Minggu (13/9/2026).
Di sisi lain, operasi pencarian dan evakuasi korban masih dilakukan tim SAR gabungan hingga Rabu (16/9/2026) siang.

